Korut-Korsel sepakat gelar pertemuan tingkat menteri
Senin, 10 Juni 2013 - 13:37 WIB
Korut-Korsel sepakat gelar pertemuan tingkat menteri
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) sepakat untuk menggelar pertemuan tingkat menteri di Ibu Kota Korsel, Seoul, Rabu 12 juni mendatang. Kesepakatan ini tercapai setelah delagasi dua belah pihak menggelar pembicaraan resmi di Panmunjom akhir pekan kemarin.
Kedua belah pihak sama-sama telah megeluarkan pernyataan terpisah tetang kesepakatan mereka, tapi mereka tidak merinci lokasi, delegasi, dan detail topik yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.
"Kedua belah pihak mengeluarkan pernyataan resmi secara terpisah, kedua belah pihak berselisih paham tentang agenda dan delegasi yang akan hadir dalam pertemuan itu," ungkap Kementerian Unifikasi Korsel.
Menurut laporan, ada beberapa topik yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk masa depan kompleks industri gabungan Kaesong, dimulai kembali tur tingkat sipil Korut-Korsel di resor Gunung Kumgang, dan reuni antara sanak keluarga yang terpisah sejak perang Korea.
Jika pertemuan ini teralisasi, maka akan menjadi pertemuan tingkat menteri dua Korea yang pertama sejak 2007 lalu.
Respon positif dan negatif muncul jelang pertemuan tingkat menteri pada Rabu besok.Yang Moo-Jin, profesor di Universitas Studi Korut di Seoul mengatakan, pembicaraan antar dua Korea selalu seperti ini, buram, banyak pasang surut dan seluk beluk. "Pertemuan di Seoul mungkin akan terlaksana, tapi melihat sikap Korut di masa lalu, mereka sering melakukan penundaan dan pembatalan di menit-menit terakir dengan alasan masalah prosedur," jelasnya.
Stephan Haggard, pengamat Korut dari fakultas Ekonomi Internasional di Universitas Peterson mengatakan, tawaran dialog yang diajukan Korut menunjukan keunggulan diplomasi Pyongyang. "Dengan tulus dan rendah hati, utara mengundang selatan untuk memperbaiki masalah yang telah mereka buat," ungkap Haggard.
Kedua belah pihak sama-sama telah megeluarkan pernyataan terpisah tetang kesepakatan mereka, tapi mereka tidak merinci lokasi, delegasi, dan detail topik yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.
"Kedua belah pihak mengeluarkan pernyataan resmi secara terpisah, kedua belah pihak berselisih paham tentang agenda dan delegasi yang akan hadir dalam pertemuan itu," ungkap Kementerian Unifikasi Korsel.
Menurut laporan, ada beberapa topik yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk masa depan kompleks industri gabungan Kaesong, dimulai kembali tur tingkat sipil Korut-Korsel di resor Gunung Kumgang, dan reuni antara sanak keluarga yang terpisah sejak perang Korea.
Jika pertemuan ini teralisasi, maka akan menjadi pertemuan tingkat menteri dua Korea yang pertama sejak 2007 lalu.
Respon positif dan negatif muncul jelang pertemuan tingkat menteri pada Rabu besok.Yang Moo-Jin, profesor di Universitas Studi Korut di Seoul mengatakan, pembicaraan antar dua Korea selalu seperti ini, buram, banyak pasang surut dan seluk beluk. "Pertemuan di Seoul mungkin akan terlaksana, tapi melihat sikap Korut di masa lalu, mereka sering melakukan penundaan dan pembatalan di menit-menit terakir dengan alasan masalah prosedur," jelasnya.
Stephan Haggard, pengamat Korut dari fakultas Ekonomi Internasional di Universitas Peterson mengatakan, tawaran dialog yang diajukan Korut menunjukan keunggulan diplomasi Pyongyang. "Dengan tulus dan rendah hati, utara mengundang selatan untuk memperbaiki masalah yang telah mereka buat," ungkap Haggard.
(esn)