Protes serangan drone, Pakistan panggil diplomat AS
Sabtu, 08 Juni 2013 - 23:14 WIB
Protes serangan drone, Pakistan panggil diplomat AS
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Pakistan memanggil seorang diplomat Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (8/6/2013) untuk memprotes serangan terbaru pesawat tak berawak (drone) AS yang menewaskan tujuh orang di barat laut Pakistan. Demikian dinyatakan Kementerian Luar Negeri Pakistan.
Diplomat yang dipanggil adalah Richard Hoagland, seorang diplomat senior AS yang ditempatkan di Pakistan. Ia dipanggil atas instruksi Perdana Menteri Pakistan yang baru, Nawaz Sharif.
"Hal ini disampaikan ke diplomat AS yang berwenang, bahwa Pemerintah Pakistan mengutuk keras serangan pesawat tak berawak yang merupakan pelanggaran atas kedaulatan Pakistan dan integritas teritorial," sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan, seperti dikutip dari AFP.
"Hal itu juga menunjukkan bahwa pemerintah Pakistan secara konsisten menyatakan bahwa serangan pesawat tak berawak yang kontra-produktif, mengakibatkan hilangnya nyawa warga sipil tak berdosa dan melanggar hak asasi manusia dan implikasi kemanusiaan," lanjut pernyataan itu.
Serangan rudal yang terjadi di wilayah suku-suku di Waziristan Utara pada Jumat itu adalah yang pertama sejak Sharif disumpah sebagai Perdana Menteri Pakistan yang baru. Sharif sendiri telah menyerukan agar AS menghentikan serangan drone tersebut.
Pernyataan itu juga menyerukan agar AS menghentikan serangan drone di wilayah Pakistan. Serangan drone AS di wilayah Pakistan telah menciptakan sentiment anti AS di negara itu.
Diplomat yang dipanggil adalah Richard Hoagland, seorang diplomat senior AS yang ditempatkan di Pakistan. Ia dipanggil atas instruksi Perdana Menteri Pakistan yang baru, Nawaz Sharif.
"Hal ini disampaikan ke diplomat AS yang berwenang, bahwa Pemerintah Pakistan mengutuk keras serangan pesawat tak berawak yang merupakan pelanggaran atas kedaulatan Pakistan dan integritas teritorial," sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan, seperti dikutip dari AFP.
"Hal itu juga menunjukkan bahwa pemerintah Pakistan secara konsisten menyatakan bahwa serangan pesawat tak berawak yang kontra-produktif, mengakibatkan hilangnya nyawa warga sipil tak berdosa dan melanggar hak asasi manusia dan implikasi kemanusiaan," lanjut pernyataan itu.
Serangan rudal yang terjadi di wilayah suku-suku di Waziristan Utara pada Jumat itu adalah yang pertama sejak Sharif disumpah sebagai Perdana Menteri Pakistan yang baru. Sharif sendiri telah menyerukan agar AS menghentikan serangan drone tersebut.
Pernyataan itu juga menyerukan agar AS menghentikan serangan drone di wilayah Pakistan. Serangan drone AS di wilayah Pakistan telah menciptakan sentiment anti AS di negara itu.
(esn)