Terlibat baku tembak, 2 pemberontak FARC & 1 tentara Kolombia tewas
Sabtu, 08 Juni 2013 - 10:10 WIB
Terlibat baku tembak, 2 pemberontak FARC & 1 tentara Kolombia tewas
A
A
A
Sindonews.com - Dua anggota kelompok gerilyawan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) dan seorang prajurit Angkatan Darat Kolombia dilaporkan tewas Jumat (7/6/2013), dalam pertempuran di barat daya Kolombia. Konfrontasi itu terjadi di daerah pedesaan Kota Madya Caldono, di wilayah Cauca barat daya.
Komandan Satuan-29, Brigadir Carlos Salamanca, mengatakan, pertempuran terjadi setelah militer masuk ke sebuah kamp pemberontak. Di sana tentara menyita senjata besar.”Ada beberapa pertempuran sepanjang hari, antara tentara dengan FARC. Selama pertempuran, kami memiliki dukungan dari Angkatan Udara. Seorang tentara tewas,” kata Salamanca, dikutip Xinhua, Sabtu (8/6/2013).
Para tentara terlibat baku tembak dengan 25 anggota gerilyawan. Menurut Salamanca, dua anggota FARC tewas dalam pertempuran tersebut. Tensi hubungan FARC dengan pemerintah mengalami fluktuaktif. Beberapa kali kedua pihak sepakat untuk berdialog bahkan menandatangani nota perdamaian. Tapi, tak berselang lama perang kembali terjadi.
Pada Selasa lalu misalnya, empat penjaga penjara di Kolombia tewas, diduga dibunuh oleh anggota FARC di pedesaan Caqueta, sebuah departemen di Kolombia Selatan. Pembunuhan itu, diduga kuat sebagai balasan dari FARC atas klaim pemerintah yang sudah membunuh dua anggota FARC sebelumnya.
Komandan Satuan-29, Brigadir Carlos Salamanca, mengatakan, pertempuran terjadi setelah militer masuk ke sebuah kamp pemberontak. Di sana tentara menyita senjata besar.”Ada beberapa pertempuran sepanjang hari, antara tentara dengan FARC. Selama pertempuran, kami memiliki dukungan dari Angkatan Udara. Seorang tentara tewas,” kata Salamanca, dikutip Xinhua, Sabtu (8/6/2013).
Para tentara terlibat baku tembak dengan 25 anggota gerilyawan. Menurut Salamanca, dua anggota FARC tewas dalam pertempuran tersebut. Tensi hubungan FARC dengan pemerintah mengalami fluktuaktif. Beberapa kali kedua pihak sepakat untuk berdialog bahkan menandatangani nota perdamaian. Tapi, tak berselang lama perang kembali terjadi.
Pada Selasa lalu misalnya, empat penjaga penjara di Kolombia tewas, diduga dibunuh oleh anggota FARC di pedesaan Caqueta, sebuah departemen di Kolombia Selatan. Pembunuhan itu, diduga kuat sebagai balasan dari FARC atas klaim pemerintah yang sudah membunuh dua anggota FARC sebelumnya.
(esn)