Tentara Mali lancarkan serangan, 10 separatis Tuareq tewas
Rabu, 05 Juni 2013 - 22:49 WIB
Tentara Mali lancarkan serangan, 10 separatis Tuareq tewas
A
A
A
Sindonews.com – Tentara Mali melancarkan serangan ke basis separatis Tuareg di selatan Kota Kidal, Rabu (5/6/2013), dan menewaskan 10 anggota separatis Tuareq. Serangan ini dimaksudkan untuk merebut kembali Kota Mali dari tangan Gerakan Nasional untuk Pembebasan Azawad (MNLA).
"Kami menghitung ada 10 anggota separatis yang tewas dan telah menangkap 28 tahanan," kata Juru Bicara militer Mali, Souleymane Maiga, seperti dikutip dari Iol.co.za. Maiga menambahkan, dua tentara Mali terluka dalam bentrokan di Anefis, sebuah kota kecil 200 kilometer selatan Kidal.
Menurut Maiga, tentara Mali akan terus maju hingga mencapai pusat kota Kidal. Namun, ia belum bisa memastikan, kapan pasukan Pemerintah Mali akan bisa masuk ke Kota Kidal.
Sementara itu, Kolonel Didier Dacko, Komandan operasi militer di Mali utara, mengatakan kepada televisi pemerintah, bahwa tentaranya telah kembali ke basis, setelah terlibat baku tembak selama dua jam dengan kaum separatis.
“Baku tembak ini membuat pemberontak mundur. Saat ini, empat kendaraan telah ditemukan dan satu hancur. Kami mencatat dua luka ringan, termasuk satu yang ditembak di leher," kata Dacko.
MNLA sendiri menyatakan akan terus bertempur melawan militer Mali. Mereka akan mati-matian mempertahankan wilayah Mali Utara. "Kami tidak pernah ingin untuk mengatasi situasi dengan perang, tetapi kami diserang, kami akan mempertahankan diri sampai akhir," kata Wakil Presiden MNLA, Mahamadou Djeri Maiga.
"Kami menghitung ada 10 anggota separatis yang tewas dan telah menangkap 28 tahanan," kata Juru Bicara militer Mali, Souleymane Maiga, seperti dikutip dari Iol.co.za. Maiga menambahkan, dua tentara Mali terluka dalam bentrokan di Anefis, sebuah kota kecil 200 kilometer selatan Kidal.
Menurut Maiga, tentara Mali akan terus maju hingga mencapai pusat kota Kidal. Namun, ia belum bisa memastikan, kapan pasukan Pemerintah Mali akan bisa masuk ke Kota Kidal.
Sementara itu, Kolonel Didier Dacko, Komandan operasi militer di Mali utara, mengatakan kepada televisi pemerintah, bahwa tentaranya telah kembali ke basis, setelah terlibat baku tembak selama dua jam dengan kaum separatis.
“Baku tembak ini membuat pemberontak mundur. Saat ini, empat kendaraan telah ditemukan dan satu hancur. Kami mencatat dua luka ringan, termasuk satu yang ditembak di leher," kata Dacko.
MNLA sendiri menyatakan akan terus bertempur melawan militer Mali. Mereka akan mati-matian mempertahankan wilayah Mali Utara. "Kami tidak pernah ingin untuk mengatasi situasi dengan perang, tetapi kami diserang, kami akan mempertahankan diri sampai akhir," kata Wakil Presiden MNLA, Mahamadou Djeri Maiga.
(esn)