Erdogan: Assad lebih buruk dari ayahnya
Rabu, 05 Juni 2013 - 12:52 WIB
Erdogan: Assad lebih buruk dari ayahnya
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Presiden Suriah Bashar Assad telah melakukan kekejaman yang lebih buruk dibanding ayahnya.
"Assad telah melewati Ayahnya dari segi kejahatan dan kekejaman. Apa yang telah dia lakukan sangat tidak mungkin untuk dimaafkan. Cepat atau lambat dia harus membayar harga atas semua yang telah dia lakukan," ungkap Erdogan saat berpidato di Aljazair dalam kunjungan empat harinya di Afrika Utara.
Hafez Assad, ayah Presiden Assad pernah menumpas gerakan pemberontakan Ikhwanul Muslimin di Kota Hama. Aksi penumpasan tersebut dilakukan pada 1982 silam, kabarnya 10-40 orang tewas dalam aksi penumpasan tersebut.
Sementara menurut laporan yang dirilis Observatorim Suriah untuk Hak Asasi Manusia, jumlah korban tewas dalam konflik internal itu telah melampaui 94 ribu jiwa. Para korban tidak hanya berasal dari dua pihak yang bertikai, yakni tentara dan pemberontak Suriah, diantara mereka juga termasuk warga sipil.
Erdogan mengatakan, saat ini jumlah pengungsi Suriah di Turki telah mencapai 300 ribu jiwa. Selama perang berkecamuk di Suriah, Erdogan yang awalnya menjadi sekutu Damaskus kini telah berubah. Dia telah menjadi orang yang bersikap paling kritis terhadap Assad.
"Kami mendukung tuntutan mereka (rakyat Suriah) yang mencita-citakan demokrasi," ungkap Erdogan.
"Assad telah melewati Ayahnya dari segi kejahatan dan kekejaman. Apa yang telah dia lakukan sangat tidak mungkin untuk dimaafkan. Cepat atau lambat dia harus membayar harga atas semua yang telah dia lakukan," ungkap Erdogan saat berpidato di Aljazair dalam kunjungan empat harinya di Afrika Utara.
Hafez Assad, ayah Presiden Assad pernah menumpas gerakan pemberontakan Ikhwanul Muslimin di Kota Hama. Aksi penumpasan tersebut dilakukan pada 1982 silam, kabarnya 10-40 orang tewas dalam aksi penumpasan tersebut.
Sementara menurut laporan yang dirilis Observatorim Suriah untuk Hak Asasi Manusia, jumlah korban tewas dalam konflik internal itu telah melampaui 94 ribu jiwa. Para korban tidak hanya berasal dari dua pihak yang bertikai, yakni tentara dan pemberontak Suriah, diantara mereka juga termasuk warga sipil.
Erdogan mengatakan, saat ini jumlah pengungsi Suriah di Turki telah mencapai 300 ribu jiwa. Selama perang berkecamuk di Suriah, Erdogan yang awalnya menjadi sekutu Damaskus kini telah berubah. Dia telah menjadi orang yang bersikap paling kritis terhadap Assad.
"Kami mendukung tuntutan mereka (rakyat Suriah) yang mencita-citakan demokrasi," ungkap Erdogan.
(esn)