Presiden Pakistan kutuk serangan bom di rapat partai ANP
Sabtu, 27 April 2013 - 15:27 WIB
Presiden Pakistan kutuk serangan bom di rapat partai ANP
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari mengutuk serangan bom saat berlangsungnnya rapat persiapan kampanye Partai Rakyat Nasional (ANP) di Mominabad, Karachi, Pakistan, Jumat (26/4/2013) malam.
Serangan bom tersebut dilaporkan menewaskan 11 orang dan melukai 45 orang termasuk enam anak kecil.
"Pemerintah pusat menyarankan pada Pemerintah setempat untuk memberikan fasilitas medis terbaik bagi para korban cedera," ungkap Zardari.
Menanggapi serangan bom tersebut, Perdana Menteri Mir Hazar Khan Khoso memerintahkan Menteri Dalam Negeri untuk mengintensifkan keamanan kepada pemimpin politik dan juga calon yang akan melancarkan kampanye dalam pemilu bulan depan. Sebab, serangan ini merupakan serangan bom ke tiga dalam waktu sepekan yang menimpa pertemuan politik.
Pemimpin pusat ANP, Shahi Sayed ikut mengutuk serangan pemboman tersebut.
"Teroris menargetkan para tim sukses dan pemimpin untuk menekan agar pemerintah menunda penyelenggaraan pemilu pada 11 Mei mendatang. Tapi, kami tidak akan membiarkan pihak manapun berhasil melakukanya," ungkap Sayed. "Ke depannya, kita harus lebih hati-hati saat menggelar pertemuan politik," imbuh Sayed.
Beberapa waktu pasca ledakan, stasiun televisi Lokal Urdu melaporkan, kelompok Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.
Kelompok militan dalam beberapa bulan terakhir kerap melakukan serangan bom yang menargetkan sejumlah tokoh ANP.
Sejak ANP meluncurkan kampanye pada 31 Maret lalu, sudah dua anggota ANP tewas akibat serangan bom Taliban. Taliban berjanji tak akan menghentikan serangan.
Serangan bom tersebut dilaporkan menewaskan 11 orang dan melukai 45 orang termasuk enam anak kecil.
"Pemerintah pusat menyarankan pada Pemerintah setempat untuk memberikan fasilitas medis terbaik bagi para korban cedera," ungkap Zardari.
Menanggapi serangan bom tersebut, Perdana Menteri Mir Hazar Khan Khoso memerintahkan Menteri Dalam Negeri untuk mengintensifkan keamanan kepada pemimpin politik dan juga calon yang akan melancarkan kampanye dalam pemilu bulan depan. Sebab, serangan ini merupakan serangan bom ke tiga dalam waktu sepekan yang menimpa pertemuan politik.
Pemimpin pusat ANP, Shahi Sayed ikut mengutuk serangan pemboman tersebut.
"Teroris menargetkan para tim sukses dan pemimpin untuk menekan agar pemerintah menunda penyelenggaraan pemilu pada 11 Mei mendatang. Tapi, kami tidak akan membiarkan pihak manapun berhasil melakukanya," ungkap Sayed. "Ke depannya, kita harus lebih hati-hati saat menggelar pertemuan politik," imbuh Sayed.
Beberapa waktu pasca ledakan, stasiun televisi Lokal Urdu melaporkan, kelompok Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.
Kelompok militan dalam beberapa bulan terakhir kerap melakukan serangan bom yang menargetkan sejumlah tokoh ANP.
Sejak ANP meluncurkan kampanye pada 31 Maret lalu, sudah dua anggota ANP tewas akibat serangan bom Taliban. Taliban berjanji tak akan menghentikan serangan.
(esn)