Korsel realisasikan ancamannya terhadap Korut

Sabtu, 27 April 2013 - 11:57 WIB
Korsel realisasikan...
Korsel realisasikan ancamannya terhadap Korut
A A A
Sindonews.com - Korea Selatan (Korea Selatan) merealisasikan ancaman terbarunya terhadap Korea Utara (Korut). Setelah ajakan dialog untuk membahas operasional zona industri gabungan Kaesong dimentahkan oleh Korut, Korsel mengumumkan bahwa mereka akan menarik semua pekerja yang tersisa di kawasan industri tersebut, Jumat (26/4/2013).

Presiden Korsel Park Geun-hye, usai mengadakan pertemuan dengan petinggi militer dan sejumlah menteri mengumumkan keputusan bahwa pemerintah Korsel akan menarik semua staf dari industri gabungan Kaesong. "Saya sangat prihatin terhadap keselamatan para pekerja di zona industri tersebut," ungkap Geun-hye.

"Kami memutuskan untuk menarik semua pekerja yang tersisa, karena situasi di kompleks industri tersebut semakin sulit," ungkap Ryoo Kihl-jae, Menteri Unifikasi Korsel, seperti dilansir Yonhap, kantor berita Korsel.

"Keputusan ini harus diambil, sebab Korut tidak mengizinkan Korsel untuk mengirimkan bantuan makanan dan obat-oabatan kepada para pekerja, tindakan itu sama sekali tidak dapat dibenarkan," terang Kihl-jae.

Kihl-jae kemudian menuduh Korut telah mengingari semua perjanjian kesepakatan kerjasama ekonomi pada 2004 lalu. "Karena keputusan Korut menolak ajakan dialog, perusahaan yang berinvestasi di kompleks industri gabungan tersebut menghadapi kerugian serius," tutur Kihl-jae.

Kemarin, menanggapi ajakan dialok Korsel untuk membahas zona industri, Korut malah menyebut ajakan tersebut sebagai sebuah tipuan. Sebaliknya, Pemerintah Korut malah menantang Korsel untuk menarik semua staf yang masih tetap berada di Kaesong.

Komisi Pertahanan Nasional (NDC) dalam sebuah pernyataan lantas menantang Korsel untuk terus maju dengan ancamannya untuk menarik semua stafnya. NDC menilai, keputusan itu sebagai sebuah tindakan kemanusiaan untuk menjamin keamanan setiap warga Korsel.

NDC bersikeras, bahwa pihak yang seharusnya bertanggung jawab atas kebuntuan masalah industri gabungan Kaesong adalah Korsel, bukan Korut.

"Keasong saat ini diambang kehancuran dan pihak yang sepenuhnya disalahkan adalah rezim boneka Korsel, sebagai pihak yang telah menyebabkan histeria perang," ujarnya.
(esn)
Berita Terkait
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Selatan Beri Sanksi...
Korea Selatan Beri Sanksi pada Korea Utara
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Utara Vs Korea Selatan
Korea Utara Hancurkan...
Korea Utara Hancurkan Lapangan Golf Milik Korea Selatan
Langka, Warga Korea...
Langka, Warga Korea Selatan Membelot ke Korea Utara
Berita Terkini
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
9 menit yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
1 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
1 jam yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
2 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
4 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
5 jam yang lalu
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved