Pelaku serangan bom Boston terancam hukuman mati

Selasa, 23 April 2013 - 18:17 WIB
Pelaku serangan bom...
Pelaku serangan bom Boston terancam hukuman mati
A A A
Sindonews.com - Dzhokhar Tsarnaev (19), pelaku bom Boston yang tertangkap pada akhir pekan lalu di Watertown, terancam dijatuhi hukuman penjara, bahkan hukuman mati jika terbukti bersalah membunuh tiga orang dan melukai lebih dari 200 orang, Senin (22/4/2013).

Eric Holder, Jaksa Agung AS mengatakan, proses persidangan perdana terhadap Dzhokhar akan berlasung pada 30 Mei mendatang.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mengatakan, Dzhokhar yang hingga kini masih berada di bawah pengawasan medis Israel Medical Center, Boston, didakwa bersekongkol untuk menggunakan senjata pemusnah massal dan menggunakan ledakan mematikan untuk menghasilkan kerusakan properti.

"Sekali lagi kami menunjukkan, bahwa serangan tersebut menargetkan warga AS yang tidak bersalah dan mencoba melancarkan teror di kota-kota, tidak dapat dibebaskan dari hukuman," ungkap Holder, seperti dilansir Reuters.

Sementara itu, Jay Carney, Juru Bicara Gedung Putih mengatakan, pemerintah tidak akan menganggap Dzhokhar sebagai pejuang musuh. "Oleh sebab itu, dia akan diadili melalui sistem peradilan sipil AS," ungkap Carney.

"Sistem yang secara berulang kali mampu membuktikan dan berhasil menanggapi setiap ancaman yang muncul. Sementara Peradilan hukum yang berlaku di AS melarang warga biasa diaadili di pengadilan militer," tutur Carney.

Pernyataan dari Gedung Putih muncul setelah beberapa perwakilan dari Parati Republik mengatakan Dzhokhar harus diadli seperti pelaku teror dan ditahan di Penjara Guantanamo.

Dzhokhar telah siuman dan coba menanggapi secara tertulis pertanyaan penyidik. Namun, tim penyidik aparat AS belum mengkonfirmasi kabar yang menyebut Dzhokhar menanggapi secara tertulis pernyataan para penyidik.

Karena belum bisa menggali informasi dari Dzhokhar, maka belum bisa dipastikan, apakah ia dan kakaknya yang telah tewas, Tamerlan Tsarnaev memiliki hubungan dengan kelompok militan, seperti yang diduga banyak kalangan.
(esn)
Berita Terkait
Penemuan Dugaan Bom...
Penemuan Dugaan Bom di dalam Tong di Caman Bekasi
Pasutri Terduga Pelaku...
Pasutri Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Dimakamkan Satu Liang Lahat di TPU Maros Sulsel
Dosen UII yang Hilang...
Dosen UII yang Hilang Terdeteksi Berada di Boston
Ketika Setan Cari Teman...
Ketika 'Setan' Cari Teman Kencan di Stasiun Kereta Boston
Dua Jenazah Pelaku Bom...
Dua Jenazah Pelaku Bom di Makassar Diserahkan ke Pihak Keluarga
Ledakan Terjadi di Bandung,...
Ledakan Terjadi di Bandung, Sosok Jenazah dengan Kondisi Hancur Ditemukan di TKP
Berita Terkini
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
24 menit yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
1 jam yang lalu
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
2 jam yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
3 jam yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
4 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved