Israel ancam blokir suplai senjata untuk pemberontak Suriah
Kamis, 18 April 2013 - 21:44 WIB
Israel ancam blokir suplai senjata untuk pemberontak Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu telah mendesak dunia internasional untuk bersikap hati-hati dalam menyuplai senjata bagi pemberontak Suriah. Netanyahu juga menyatakan, Israel memiliki hak untuk memblokir pasokan senjata tersebut.
Berbicara kepada BBC di London, Rabu (17/4/2013), Netanyahu mengatakan, jika senjata canggih tersebut jatuh ke tangan militan Islam, maka hal itu bisa menimbulkan ancaman keamanan regional.
"Kami tidak agresif. Kami tidak mencari konfrontasi militer, tapi kami siap untuk membela diri jika diperlukan dan saya pikir orang tahu bahwa apa yang saya katakan adalah baik terukur dan serius," katanya.
Netanyahu berada di London untuk menghadiri pemakaman mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher. Dalam kesempatan itu, ia bertemu dengan PM Inggris David Cameron. Keduanya dilaporkan sepakat, bahwa perang sipil Suriah bisa mengakibatkan krisis "kemanusiaan serius dan risiko keamanan".
"Perhatian utama kita adalah senjata yang sudah ada di Suriah, berupa senjata anti-pesawat dan senjata kimia. Ini adalah senjata-senjata yang sangat berbahaya,” kta Netanyahu.
"Mereka akan mengubah kondisi dan keseimbangan kekuasaan di Timur Tengah. Mereka bisa menghadirkan ancaman teroris pada skala dunia. Hal ini jelas kepentingan kita untuk membela diri, tapi kami juga berpikir itu adalah demi kepentingan negara-negara lain," lanjutnya.
Berbicara kepada BBC di London, Rabu (17/4/2013), Netanyahu mengatakan, jika senjata canggih tersebut jatuh ke tangan militan Islam, maka hal itu bisa menimbulkan ancaman keamanan regional.
"Kami tidak agresif. Kami tidak mencari konfrontasi militer, tapi kami siap untuk membela diri jika diperlukan dan saya pikir orang tahu bahwa apa yang saya katakan adalah baik terukur dan serius," katanya.
Netanyahu berada di London untuk menghadiri pemakaman mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher. Dalam kesempatan itu, ia bertemu dengan PM Inggris David Cameron. Keduanya dilaporkan sepakat, bahwa perang sipil Suriah bisa mengakibatkan krisis "kemanusiaan serius dan risiko keamanan".
"Perhatian utama kita adalah senjata yang sudah ada di Suriah, berupa senjata anti-pesawat dan senjata kimia. Ini adalah senjata-senjata yang sangat berbahaya,” kta Netanyahu.
"Mereka akan mengubah kondisi dan keseimbangan kekuasaan di Timur Tengah. Mereka bisa menghadirkan ancaman teroris pada skala dunia. Hal ini jelas kepentingan kita untuk membela diri, tapi kami juga berpikir itu adalah demi kepentingan negara-negara lain," lanjutnya.
(esn)