Penyidik: Bom Boston Marathon disembunyikan dalam tas ransel

Rabu, 17 April 2013 - 07:45 WIB
Penyidik: Bom Boston...
Penyidik: Bom Boston Marathon disembunyikan dalam tas ransel
A A A
Sindonews.com – Penyidik yang menangani kasus serangan bom di even olahraga Boston Marathon meyakini, bahwa bom tersebut disembunyikan di dalam ransel dan dilengkapi dengan pengatur waktu. Demikian dilaporkan NBC News, Selasa (6/4/2013).

Kesimpulan ini didapat, setelah aparat mengamati sejumlah rekaman video dan foto-foto yang didapat dari para penonton Boston Marathon. Memang cukup banyak penonton yang hadir menyaksikan even olahraga ini dengan membawa alat perekam. Hal ini jelas membantu para penyidik untuk mengungkap apa yang sesungguhnya terjadi.

Aparat penegak hukum mengatakan kepada NBC News, bahwa bahan peledak diklasifikasikan sebagai bom berdaya ledak rendah dan hanya bisa menciptakan daya ledak di bawah 3.300 meter per detik. Itu tidak cukup untuk menciptakan gelombang ledakan, yang bisa membunuh orang dari kompresi udara dan memecahkan jendela.

Namun, bom itu bisa mendorong pecahan besi atau logam lainnya ke jarak yang cukup jauh. Ini pula sebabnya, sebagian korban mengalami luka parah di bagian kaki. Bahkan, sejumlah korban terpaksa mengalami amputasi kaki.

Saat ini, aparat masih terus meminta bantuan dari para penonton yang memiliki rekaman kejadian untuk mengirimkannya ke pihak berwenang, demi terungkapnya lebih banyak fakta seputar dua ledakan yang terjadi itu.

Presiden AS Barack Obama telah menegaskan, bahwa pemboman di Boston Marathon adalah aksi terorisme. Label aksi terorisme meluncur dari mulut Obama, setelah ia melakukan pembicaraan dengan Kepala FBI Robert S. Mueller, Sekretaris Keamanan Dalam Negeri Janet Napolitano, dan Kepala Penasihat Kontraterorisme, Lisa Monaco.

Dalam pembicaraan itu disimpulkan, bahwa bukti-bukti yang ada menunjukan kalau bom Boston adalah aksi terorisme. Sebelumnya, saat kali pertama memberikan komentar atas aksi mematikan ini, Obama tidak menggunakan kata terorisme.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
5 menit yang lalu
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
30 menit yang lalu
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
2 jam yang lalu
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
2 jam yang lalu
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
3 jam yang lalu
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
6 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved