Obama serukan Korut berhenti menghasut perang

Jum'at, 12 April 2013 - 14:54 WIB
Obama serukan Korut...
Obama serukan Korut berhenti menghasut perang
A A A
Sindonews.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyerukan Korea Utara (Korut) untuk berhenti menghasut perang dan menurunkan tingkat ketegangan di Semenanjung Korea. Sebab, tidak ada seorangpun yang punya kepentingan dalam konflik yang terjadi di kawasan itu.

"Saat ini adalah waktu yang tepat bagi Korut untuk mengakhiri pendekatan agresif yang mereka ambil dan menekan suhu menjadi lebih rendah," ungkap Obama saat mengadakan pertemuan dengan Sekjen PBB, Ban Ki-monn di Gedung Putih, Kamis (11/4/2013).

Obama menambahkan, AS akan terus menggunakan diplomasi untuk menyelesaikan krisis ini. "Tapi, AS akan mengambil semua tindakan yang memang diperlukan untuk melindungi rakyat dan juga memunuhi kewajiban kami kepada sekutu kami di kawasan," tegas Obama.

Sementara itu, Ki-moon mengaku sangat prihatin atas peningkatan ketegangan hubungan antara Korut dengan Korea Selatan (Korsel). "Saya mengimbau Korut agar tidak melakukan konfrontasi dengan masyarakat internasional," ungkap Ki-moon.

Seperti diketahui, akhir Maret lalu, pasca mendapat sanksi baru karena telah melakukan uji coba nuklir bawah tanah, Korut mulai melancarkan provokasi. Korut tidak hanya mencabut gencatan senjata dengan Korsel, mereka bahkan mengancam akan menyerang AS.

Tidak jera dengan sanksi baru yang telah dijatuhkan PBB, baru-baru ini Korut berniat kembali melakukan peluncuran rudal.

Berdasarkan hasil pemantauan AS, Laksamana Samuel Locklear, Komandan Militer AS di Pasifik menegaskan, Korut telah menyelesaikan tahapan persiapan peluncuran rudal jarak menengah yang bernama Musudan atau juga yang dikenal sebagai X Taepodongdi wilayah pantai timur Korut.

Hasil pencitraan satelit menunjukan, Korut tidak hanya meluncurkan rudal X Taepodong, mereka juga akan meluncurkan dua rudal lainnya, yakni rudal jarak pendek, Scud (jangkauan 300-500 meter) dan rudal jarak menengah, Nodong (jangkauan 1.300-1.500km).

Sejumlah pejabat Korsel memperkirakan, rudal tersebut akan ditembakan pada 15 April mendatang, bertepatan dengan ulang tahun pendiri Korut, Kim Il-sung, mendiang kakek pemimpin Korut saat ini, Kim Jong-un.
(esn)
Berita Terkait
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
5 Rudal Korea Utara...
5 Rudal Korea Utara yang Ditakuti Amerika Serikat
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
5 Negara Sahabat China,...
5 Negara Sahabat China, 3 di Antaranya Musuh Amerika Serikat
Berita Terkini
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
32 menit yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
1 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
2 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
3 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
4 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved