Korut minta Kedubes asing untuk pertimbangkan evakuasi

Jum'at, 05 April 2013 - 21:22 WIB
Korut minta Kedubes...
Korut minta Kedubes asing untuk pertimbangkan evakuasi
A A A
Sindonews.com – Korea Utara (Korut) meminta Kedutaan Besar (Kedubes) negara-negara asing yang berada di Ibu Kota Pyongyang untuk mempertimbangkan evakuasi staf diplomatik mereka, jika keadaan menjadi memburuk.

Seperti dilaporkan Xinhua yang mengutip sumber-sumber diplomat asing, Jumat (5/4/21013), himbauan tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Korut pada misi-misi diplomatik di Pyongyang.

Denis Samsonov, Juru Bicara Kedubes Rusia di Pyongyang mengatakan kepada media Rusia, bahwa Delplu Korut menyarankan misi diplomatik dan personil dari organisasi-organisasi Rusia lainnya untuk mempertimbangkan kemungkinan evakuasi, sehubungan dengan eskalasi ketegangan di Semenanjung Korea.

"Pihak Rusia telah mengambil catatan dari proposal ini," kata kantor berita Itar-Tass, mengutip ucapan Samsonov. “Belum ada keputusan yang telah dibuat dan kedutaan Rusia terus beroperasi secara normal,” lanjut laporan itu.

Seorang Juru Bicara untuk Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan, bahwa sama seperti Rusia, Kedubes Inggris juga telah diberitahu oleh pihak berwenang Korut, soal kemungkinan mengevakuasi misi diplomatik Inggris di Korut.

"Pemahaman kami adalah, bahwa Korut menanyakan, apakah kedutaan berniat untuk pergi, dibanding memberi saran pada mereka untuk pergi," kata Juru Bicara yang tak disebutkan namanya itu. "Komunikasi mereka mengatakan, bahwa mulai 10 April Pemerintah Korut tidak akan mampu menjamin keamanan kedutaan dan organisasi internasional di negara itu dalam situasi konflik," lanjutnya.

Menurutnya, Korut memiliki tanggung jawab berdasarkan Konvensi Wina untuk melindungi misi diplomatik. “Kami percaya, bahwa mereka (Korut) telah mengambil langkah ini sebagai bagian dari retorika mereka, bahwa Amerika Serikat merupakan ancaman bagi mereka,” tambahnya.

Berdasarkan Konvensi Wina yang mengatur misi diplomatik, pemerintah tuan rumah diharuskan untuk memfasilitasi pintu keluar bagi staf kedutaan negara-negara asing, jika terjadi konflik atau perang.
(esn)
Berita Terkait
Inggris Sambut Baik...
Inggris Sambut Baik Sanksi UE Terhadap Rusia, China, dan Korut
Rusia Minta Barat Buktikan...
Rusia Minta Barat Buktikan Moskow Cari Senjata ke Iran dan Korut
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Inggris Dilaporkan Tutup...
Inggris Dilaporkan Tutup Kedutaan Besar di Korut
Korea Selatan: China-Rusia...
Korea Selatan: China-Rusia Kunci Denuklirisasi Korea Utara
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Berita Terkini
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
2 jam yang lalu
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
3 jam yang lalu
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
4 jam yang lalu
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
6 jam yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
8 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
8 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved