AS tempatkan sistem pertahanan rudal di Guam

Kamis, 04 April 2013 - 12:38 WIB
AS tempatkan sistem...
AS tempatkan sistem pertahanan rudal di Guam
A A A
Sindonews.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Chuck Hagel mengatakan, dalam beberapa pekan mendatang, mereka akan mengerahkan sebuah sistem pertahanan rudal balistik atau yang dikenal dengan Terminal High Altitude Area Defense System (THAAD) di pangkalan Guam.

Hagel mengatakan, langkah tersebut merupakan langkah pencegahan, sekaligus memperkuat postur pertahanan regional untuk melawan ancaman rudal balistik Korut.

"Sebab, Korut terus menyebar ancaman berbahaya yang menimbulkan ancaman nyata dan jelas terhadapan kepentingan sekutu kami, yakini Korea Selatan (Korsel) dan Jepang," ujar Hagel.

Ancaman serangan yang dilontarkan Korea Utara (Korut) adalah sebuah bentuk bahaya yang nyata dan jelas terhadap AS dan juga sekutunya, Korea Selatan (Korsel) dan Jepang.

"Saat ini, mereka punya kapasitas nuklir dan juga mampu melancarkan serangan dengan menggunakan rudal," ungkap Hagel.

"Kami menangapi ancaman itu dengan serius dan kami juga akan menyikapi ancaman tersebut dengan serius. Saat ini, kami sedang bekerja sama dengan pemerintah China dan sejumlah negara lain untuk meredakan situasi yang terjadi di Semenanjung Korea," terang Hagel

"Saya berharap Korut menghentikan retorika berbahaya ini," imbuh Hagel. Ia menuturkan, bahwa AS telah mencoba membujuk Korut.

"Ada jalan lain yang lebih bertanggung jawab bagi Korut untuk menciptakan perdamaian. Mereka harus bekerjasama dengan tetangga mereka dan juga menjadi bagian dari masyarakat internasional yang bertangggung jawab," terang Hagel.

Seperti diketahui, Staf Umum Tentara Korut, bahwa pemerintah negara komunis itu akhirnya setuju melancarkan serangan militer tanpa belas kasih kepada AS. Serangan yang akan dilancarkan oleh Korut akan melibatkan penggunaan senjata nuklir mutakhir.

"Ledakan dari senjata ini terjadi sangat cepat dan perang dapat pecah di Semenanjung Korea hari ini atau besok," ungkap pernyataan tersebut.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
54 menit yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
1 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
3 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
4 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
5 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved