Korsel siap respon provokasi Korut

Senin, 01 April 2013 - 14:28 WIB
Korsel siap respon provokasi...
Korsel siap respon provokasi Korut
A A A
Sindonews.com - Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-hye menginstruksikan militer negara itu untuk menyisihkan setiap pertimbangan politik dan merespon dengan kuat setiap provokasi yang dilakukan Korea Utara (Korut). Instruksi tersebut disampaikan Geun-hye usai menggelar rapat pengarahaan kebijakan keamanan tahunan bersama Menteri Pertahanan Korsel, Kim Kwan-jin, Senin (1/4/2013).

"Alasan mengapa sebuah negara memiliki tentara adalah untuk melindungi negara dan juga rakyatnya dari setiap ancaman. Jika sebuah provokasi mengancam rakyat dan juga negara kita, maka kita harus merespon dengan kuat setiap tindakan provokasi yang dilakukan Utara terlepas dari konsekuensi ataupun pertimbangan politik," ungkap Geun-hye, seperti dilansir Yonhap, kantor berita Korsel.

Geun-hye mengaku telah membuat sebuah keputusan yang sangat sulit saat menggelar rapat bersama Kwan-jin. Rapat tersebut digelar untuk merumuskan kebijakan guna menanggapi berbagai ancaman yang terus dilontarkan Korut dalam beberapa pekan belakangan, seperti menghentikan kesepakatan gencatan senjata dengan Korsel, memutuskan hotline dengan Selatan, dan yang terbaru memasuki fase perang dalam hubungan diplomatik dengan selatan.

"Sebagai komando tertinggi Angkatan Bersenjata Korsel, saya percaya dengan keputusan militer Korsel untuk menghadapi provokasi dadakan dan mengejutkan yang dilakukan Korut. Dengan ini, saya mempersilahkan militer menjalani tugas untuk menjaga kesematan rakyat tanpa ragu sedikitpun," kata Geun-hye.

Kementrian Pertahanan Korsel lantas mengumumkan rencana baru mereka dalam menanggapi Korut adalah dengan melakukan pencegahan aktif. "Dengan kebijakan baru tersebut, Korsel dapat saja meluncurkan serangan, jika mereka menemukan tanda-tanda serangan nuklir ataupun rudal dari Korut," ungkap Kwan-jin.

"Militer Korsel akan membangun sebuah sistem penyerangan yang membuat mereka dengan cepat menetralisir ancaman rudal dan nuklir yang ditembakan Korut. Selain itu, kami juga akan meningkatkan kemampuan militer untuk melakukan pengintaian dan pengawasan," lanjut Kwan-jin.

"Kementerian Pertahahan juga sebuah sistem pertahanan rudal. Sebuah sistem yang mampu mendeteksi, menargetkan, dan menghancurkan nuklir dan rudal Korut, yang rencananya akan diluncurkan pada tahun 2015," tambah Kwan-jin.
(esn)
Berita Terkait
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Selatan Beri Sanksi...
Korea Selatan Beri Sanksi pada Korea Utara
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Utara Vs Korea Selatan
Langka, Warga Korea...
Langka, Warga Korea Selatan Membelot ke Korea Utara
Korea Utara Hancurkan...
Korea Utara Hancurkan Lapangan Golf Milik Korea Selatan
Berita Terkini
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
39 menit yang lalu
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
52 menit yang lalu
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
1 jam yang lalu
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
1 jam yang lalu
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
2 jam yang lalu
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved