Mesir minta Iran bantu selesaikan krisis Suriah
Senin, 01 April 2013 - 12:12 WIB
Mesir minta Iran bantu selesaikan krisis Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Mohamed Amr, Menteri Luar Negeri Mesir meyakini bahwa pemerintah Iran harus berpartisipasi untuk mencari solusi diplomatik dari konflik yang sedang berlangsung di Suriah, Minggu (31/3/2013).
Ini disampaikan Amr saat diplomat Mesir bertemu dengan Hossein Amir-Abdollahian, Wakil Menteri Luar Negeri Iran yang menggunjungi Ibu Kota Kairo, Mesir.
"Diperlukan sebuah kerjasama yang mendalam dengan Iran dan mereka juga harus ambil bagian untuk menciptakan solusi konflik Suriah. Dengan berakhirnya pertumpahan darah di Suriah maka akan membuka masa depan demokrasi dan menciptakan persatuan di Suriah," ungkap Amr.
Amr meyakini perang yang terus terjadi di wilayah Suriah akan menyebabkan kemunduran tajam pada situasi di seluruh wilayah Timur Tengah.
"Ini lah sebabnya mengapa semua negara kuat di kawasan punya kepentingan untuk mengakhiri tragedi di Suriah secepat mungkin," imbuh Amr.
Seperti diketahui, krisis di Suriah pecah pada Maret 2011 lalu, setelah gelombang protes besar menuntut Assad mundur dari jabatannya. Sejak saat itu, sejumlah kelompok pemberontak melancarkan perang melawan militer Suriah. Hingga kini, korban tewas dari pihak sipil, pemberontak, dan militer Suriah telah lebih dari 70 ribu orang
Ini disampaikan Amr saat diplomat Mesir bertemu dengan Hossein Amir-Abdollahian, Wakil Menteri Luar Negeri Iran yang menggunjungi Ibu Kota Kairo, Mesir.
"Diperlukan sebuah kerjasama yang mendalam dengan Iran dan mereka juga harus ambil bagian untuk menciptakan solusi konflik Suriah. Dengan berakhirnya pertumpahan darah di Suriah maka akan membuka masa depan demokrasi dan menciptakan persatuan di Suriah," ungkap Amr.
Amr meyakini perang yang terus terjadi di wilayah Suriah akan menyebabkan kemunduran tajam pada situasi di seluruh wilayah Timur Tengah.
"Ini lah sebabnya mengapa semua negara kuat di kawasan punya kepentingan untuk mengakhiri tragedi di Suriah secepat mungkin," imbuh Amr.
Seperti diketahui, krisis di Suriah pecah pada Maret 2011 lalu, setelah gelombang protes besar menuntut Assad mundur dari jabatannya. Sejak saat itu, sejumlah kelompok pemberontak melancarkan perang melawan militer Suriah. Hingga kini, korban tewas dari pihak sipil, pemberontak, dan militer Suriah telah lebih dari 70 ribu orang
(esn)