50 orang tewas dalam 2 ledakan di Irak
Selasa, 19 Maret 2013 - 20:08 WIB
50 orang tewas dalam 2 ledakan di Irak
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah aksi bom bunuh diri dan beberapa bom mobil meledak di Distrik Syiah, di Kota Baghdad, Irak, Selasa (19/3/2013). Ledakan tersebut menewaskan 50 orang dan melukai ratusan orang lainnya.
Polisi dan petugas medis di Ibu Kota Baghdad mengatakan, seorang pengendara truk yang sarat akan bahan peledak menabrakkan truknya ke pangkalan polisi yang berada dekat pasar di Kota Sadar, dekat zona hijau yang dijaga ketat oleh militer Irak.
"Sebanyak 50 orang dilaporkan tewas, sementara sekitar 160 orang mengalami luka-luka," ungkap petugas medis di rumah sakit Irak.
"Saya sedang menyetir dan saya merasakan mobil saya seperti diguncang. Tiba-tiba saja kabut muncul dan saya melihat dua mayat tergeletak di tanah. Semua orang panik dan berlarian tak menentu arah," ungkap Al-Radi, supir taksi yang kebetulan melintas di lokasi ledakan, seperti dilansir Reuters.
Pasca serangan, dalam sebuah siaran langsung yang ditayangkan stasiun televisi al-Iraqiya, Pemerintah Irak menetapkan jam malam untuk wilayah Iskandariyah dan sekitarnya.
Belum ada pihak yang mengklaim bertangung jawab atas ledakan bom yang bertepatan dengan invasi yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) pada Maret 2003 lalu. Memasuki 2013 ini, gerilyawan Sunni yang terkait dengan kelompok al-Qaeda telah meningkatkan operasi penyerangan untuk melemahkan pemerintah Irak yang dipimpin oleh kelompok Syiah.
Polisi dan petugas medis di Ibu Kota Baghdad mengatakan, seorang pengendara truk yang sarat akan bahan peledak menabrakkan truknya ke pangkalan polisi yang berada dekat pasar di Kota Sadar, dekat zona hijau yang dijaga ketat oleh militer Irak.
"Sebanyak 50 orang dilaporkan tewas, sementara sekitar 160 orang mengalami luka-luka," ungkap petugas medis di rumah sakit Irak.
"Saya sedang menyetir dan saya merasakan mobil saya seperti diguncang. Tiba-tiba saja kabut muncul dan saya melihat dua mayat tergeletak di tanah. Semua orang panik dan berlarian tak menentu arah," ungkap Al-Radi, supir taksi yang kebetulan melintas di lokasi ledakan, seperti dilansir Reuters.
Pasca serangan, dalam sebuah siaran langsung yang ditayangkan stasiun televisi al-Iraqiya, Pemerintah Irak menetapkan jam malam untuk wilayah Iskandariyah dan sekitarnya.
Belum ada pihak yang mengklaim bertangung jawab atas ledakan bom yang bertepatan dengan invasi yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) pada Maret 2003 lalu. Memasuki 2013 ini, gerilyawan Sunni yang terkait dengan kelompok al-Qaeda telah meningkatkan operasi penyerangan untuk melemahkan pemerintah Irak yang dipimpin oleh kelompok Syiah.
(esn)