MA larang Duta Besar Italia tinggalkan India

Sabtu, 16 Maret 2013 - 16:14 WIB
MA larang Duta Besar...
MA larang Duta Besar Italia tinggalkan India
A A A
Sindonews.com - Kementerian Dalam Negeri India mengatakan, Bandara India diminta bersiaga untuk mencegah Daniele Mancini, Duta Besar Italia meninggalkan India untuk sementara waktu. Langkah tersebut datang, setelah Pemerintah Italia memutuskan tidak akan membiarkan dua marinir Italia kembali ke India guna menghadiri pengadilan atas tuntutan dugaan pembunuhan dua orang nelayan lokal.

"Pihak berwenang India telah diperingatkan, bahwa Daniele Mancini tidak boleh pergi tanpa izin pemerintah India. Kementerian Dalam Negeri India hanya mengikuti perintah Mahkamah Agung (MA) agar Duta Besar itu meninggalkan India," ungkap seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri India, seperti diberitakan dalam Naharnet.

"Jika ingin meninggalkan negara ini, dia harus memberitahukan pihak imigrasi terlebih dahulu," terang pejabat Kementerian Dalam Negeri India.

Sehari sebelumnya, Mahkamah Agung India memerintahkan, Mancini untuk tetap berada di India sampai sidang terhadap dua marinir Italia berikutnya digelar pada awal pekan depan. Mancini bertindak sebagai negosiator dan telah memberikan surat jaminan secara pribadi, bahwa dua marinir yang pulang ke Italia untuk mengikuti pemilu berjanji kembali ke India untuk mengikuti persidangan.

Putusan MA India tersebut bertentangan dengan hukum diplomatik yang menjamin kebebasan setiap utusan asing dan berbagai resiko terkait dengan hubungan diplomatik antara Roma dan New Delhi. Berdasarkan pasal 29 Konvensi Wina yang mengatur hubungan diplomatik tahun 1961, disebutkan bahwa setiap diplomat tidak bertanggung jawab atas segala bentuk penangkapan dan penahanan.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri India berkomentar, jika utusan diplomatik tersebut rela pada yurisdiksi pengadilan lokal, maka yurisdiksi tersebut berlaku.

Pemerintah India menangkap Massimiliano Latorre dan Salvatore Girone, dua marinir Italia yang menembak mati dua orang nelayan lokal yang mereka sangka sebagai teroris pada 19 Februari 2012 lalu. Setelah Mancini melakukan negosiasi, keduanya dapat kembali ke India.

Namun, keduanya tidak diperbolehkan kembali ke India. Sebab, pemerintah Itala menilai kasus ini harus diselesaikan oleh pengadilan Roma. Sebab, insiden tersebut terjadi di perairan internasional. Sementara India mengatakan, keduanya harus diadili di bawah hukum India, karena penembakan terjadi di wilayah perairan mereka.
(esn)
Berita Terkait
Lebih dari 100 Penumpang...
Lebih dari 100 Penumpang Pesawat Carter Italia Positif COVID-19
Positif COVID-19, 13...
Positif COVID-19, 13 Penumpang Pesawat Carter Kabur dari Karantina
Pertemuan Jokowi dan...
Pertemuan Jokowi dan PM Italia Meloni, Minta Dukungan Keanggotaan Indonesia di OECD
Fokus Kesehatan Publik,...
Fokus Kesehatan Publik, Perancis, India, dan Italia Perpanjang Lockdown
Kasus Corona di India...
Kasus Corona di India Sudah Melebihi Italia Saat Lockdown Longgar
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
34 menit yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
1 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
2 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
3 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
4 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
5 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved