13 tewas dalam ledakan truk kembang api di Meksiko
Sabtu, 16 Maret 2013 - 16:09 WIB
13 tewas dalam ledakan truk kembang api di Meksiko
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah truk pengangkut kembang api meledak di tengah prosesi keagamaan yang berlangsung di tengah lapangan di negara bagian Tlaxcala, Meksiko, Jumat (15/3/2013). Pihak berwenang mengatakan, ledakan tersebut menewaskan 13 orang dan melukai 154 lainnya, seperti dilansir Foxnews.
Saksi mata mengatakan, sekitar 200 orang tengah berkumpul di tengah lapangan untuk mengikuti perayaan Yesus Tepactepec yang digelar bagi Santo pelindung desa. Saat kembang api menyala, segalanya mulai meledak.
"Saya melihat 'mayat' terbang, semua orang berlari ketakutan ke segala arah untuk menghindari kembang api nyasar dari dalam truk," ungkap salah seorang saksi mata, seperti dilansir Naharnet.
"Ratusan orang sedang mengikuti sebuah proses keagamaan dan kembang api meledak begitu saja. Tidak hanya melesat ke udara, beberapa juga melesat ke tanah dan melukai orang-orang," ungkap Jose Mateo Morales, Direktur perlindungan sipil negara bagian Tlaxcala.
Beberapa saat setelah ledakan, sejumlah helikopter, puluhan ambulans, tim medis dan tentara dari pangkalan militer terdekat berdatangan ke desa yang letaknya 112 km dari sebelah timur Kota Meksiko. Para korban luka-luka dilarikan ke beberapa Rumah Sakit laxcala, sebanyak 45 orang dikabarkan dilarikan ke RS tentangga di negara bagian Puebla.
Evakuasi beberapa anak yang mederita luka bakar serius diutamakan dengan menggunakan helikopter. Tim medis mengatakan, sebanyak 70 orang menderita luka bakar serius. "Salah satu dari korban tewas adalah bayi perempuan," ungkap Marioano Gonzalez, Gubernur Tlaxcala.
Presiden Meksiko, Enrique Pena Nieto mengatakan, pemerintah pusat telah membantu para pejabat negara dan para korban agar dapat mendapat perawatan di pusat korban kebakaran nasional.
"Saya menyesal dengan insiden mengerikan yang terjadi di negara bagian Tlaxcala dan saya mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban tewas," kata Nieto dalam akun Twitternya. Sementara itu, Gubernur Tlaxcala mengumumkan 3 hari berkabung atas insiden tersebut.
Menyalakan kembang api sudah menjadi tradisi di tiap upacara keagamaan dan hari libur di Meksiko. Tapi, kembang api tersebut sering kali diproduksi, disimpan atau diangkut dalam kondisi yang tidak aman. Dampaknya, negara seringkali menyaksikan ledakan mematikan.
Uskup Francisco Moreno dari Tlaxcala mengunjungi lokasi ledakan dan rumah sakit tempat para korban yang dirawat. "Ya Tuhan, ini adalah sebuah tragedi yang sangat mengerikan," kata Uskup Moreno yang nampak terguncang saat melihat lokasi ledakan. "Aku memberkati dan mendoakan mereka semua orang yang meninggal," imbuhnya.
Saksi mata mengatakan, sekitar 200 orang tengah berkumpul di tengah lapangan untuk mengikuti perayaan Yesus Tepactepec yang digelar bagi Santo pelindung desa. Saat kembang api menyala, segalanya mulai meledak.
"Saya melihat 'mayat' terbang, semua orang berlari ketakutan ke segala arah untuk menghindari kembang api nyasar dari dalam truk," ungkap salah seorang saksi mata, seperti dilansir Naharnet.
"Ratusan orang sedang mengikuti sebuah proses keagamaan dan kembang api meledak begitu saja. Tidak hanya melesat ke udara, beberapa juga melesat ke tanah dan melukai orang-orang," ungkap Jose Mateo Morales, Direktur perlindungan sipil negara bagian Tlaxcala.
Beberapa saat setelah ledakan, sejumlah helikopter, puluhan ambulans, tim medis dan tentara dari pangkalan militer terdekat berdatangan ke desa yang letaknya 112 km dari sebelah timur Kota Meksiko. Para korban luka-luka dilarikan ke beberapa Rumah Sakit laxcala, sebanyak 45 orang dikabarkan dilarikan ke RS tentangga di negara bagian Puebla.
Evakuasi beberapa anak yang mederita luka bakar serius diutamakan dengan menggunakan helikopter. Tim medis mengatakan, sebanyak 70 orang menderita luka bakar serius. "Salah satu dari korban tewas adalah bayi perempuan," ungkap Marioano Gonzalez, Gubernur Tlaxcala.
Presiden Meksiko, Enrique Pena Nieto mengatakan, pemerintah pusat telah membantu para pejabat negara dan para korban agar dapat mendapat perawatan di pusat korban kebakaran nasional.
"Saya menyesal dengan insiden mengerikan yang terjadi di negara bagian Tlaxcala dan saya mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban tewas," kata Nieto dalam akun Twitternya. Sementara itu, Gubernur Tlaxcala mengumumkan 3 hari berkabung atas insiden tersebut.
Menyalakan kembang api sudah menjadi tradisi di tiap upacara keagamaan dan hari libur di Meksiko. Tapi, kembang api tersebut sering kali diproduksi, disimpan atau diangkut dalam kondisi yang tidak aman. Dampaknya, negara seringkali menyaksikan ledakan mematikan.
Uskup Francisco Moreno dari Tlaxcala mengunjungi lokasi ledakan dan rumah sakit tempat para korban yang dirawat. "Ya Tuhan, ini adalah sebuah tragedi yang sangat mengerikan," kata Uskup Moreno yang nampak terguncang saat melihat lokasi ledakan. "Aku memberkati dan mendoakan mereka semua orang yang meninggal," imbuhnya.
(esn)