Korut peringatkan Korsel soal sikap bermusuhan
Rabu, 13 Maret 2013 - 21:52 WIB
Korut peringatkan Korsel soal sikap bermusuhan
A
A
A
Sindonews.com - Korea Utara memperingatkan kemungkinan diberlakukannya "hukuman keras" untuk apa yang disebut “tindakan bermusuhan anti Korut" yang diperagakan Korea Selatan (Korsel). Demikian dilaporkan kantor berita resmi Korut, KCNA, Rabu (13/3/2013).
Seorang Juru Bicara dari Departemen Angkatan Bersenjata Rakyat Korut menyebutkan sejumlah sejumlah pernyataan dan tindakan dari Korsel sejak 6 Maret lalu. Menurutnya, Korsel telah "bergerak" dan bisa ditafsirkan sebagai "konfrontasi."
Pada awal pekan lalu, Korsel memutuskan untuk tetap menggelar latihan perang bersama dengan Amerika Serikat (AS) selama dua bulan, meski Korut telah mengancam akan membatalkan perjanjian gencatan senjata yang menghentikan Perang Korea di era 1950-1953.
Korut juga telah mengeluarkan ancaman akan melancarkan serangan nuklir pendahuluan sebagai bentuk pertahanan diri, jika AS berani menyalakan “sumbu perang nuklir". “Latihan perang bersama Korsel dan AS adalah sasaran utama habis-habisan sebagai tindakan untuk mempertahankan kedaulatan dan target pertama serangan tanpa ampun," jelas sang jubir.
Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat, setelah Korut melakukan uji coba nuklir ketiga mereka pada 12 Februari lalu. Uji coba ini memicu dijatuhkannya sanksi baru oleh Dewan Keamanan PBB atas Korut.
Seorang Juru Bicara dari Departemen Angkatan Bersenjata Rakyat Korut menyebutkan sejumlah sejumlah pernyataan dan tindakan dari Korsel sejak 6 Maret lalu. Menurutnya, Korsel telah "bergerak" dan bisa ditafsirkan sebagai "konfrontasi."
Pada awal pekan lalu, Korsel memutuskan untuk tetap menggelar latihan perang bersama dengan Amerika Serikat (AS) selama dua bulan, meski Korut telah mengancam akan membatalkan perjanjian gencatan senjata yang menghentikan Perang Korea di era 1950-1953.
Korut juga telah mengeluarkan ancaman akan melancarkan serangan nuklir pendahuluan sebagai bentuk pertahanan diri, jika AS berani menyalakan “sumbu perang nuklir". “Latihan perang bersama Korsel dan AS adalah sasaran utama habis-habisan sebagai tindakan untuk mempertahankan kedaulatan dan target pertama serangan tanpa ampun," jelas sang jubir.
Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat, setelah Korut melakukan uji coba nuklir ketiga mereka pada 12 Februari lalu. Uji coba ini memicu dijatuhkannya sanksi baru oleh Dewan Keamanan PBB atas Korut.
(esn)