Bentrok dengan tentara Sudan, 40 pemberontak SPLM tewas
Selasa, 12 Maret 2013 - 14:04 WIB
Bentrok dengan tentara Sudan, 40 pemberontak SPLM tewas
A
A
A
Sindonews.com - Tentara Sudan mengumumkan, lebih dari 40 pemberontak Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan (SPLM) tewas dalam bentrokan dengan militer Sudan di Surkum, negara bagian Blue Nile.
"Militer berhasil memukul mundur serangan yang dilancarkan pemberontak SPLM di wilayah Surkum," ungkap Al-Sawarmy Khalid Saad, Juru Bicara Militer Sudan, seperti dilansir SUNA, kantor berita Pemerintah Sudan, Senin (12/3/2013).
"Tentara membunuh lebih dari 40 pemberontak, menghancurkan sebuah tank dan dua kendaraan yang digunakan SPLM untuk menyerang militer Sudan. Selain itu, militer juga berhasil menyita sejumlah senjata dan amunisi milik para pemberontak yang tewas," imbuh Saad.
Saad mengatakan, militer Sudan tidak berhenti saat SPLM mundur, mereka terus melakukan pengejaran dan menyisir wilayah di sekitar lokasi penyerangan. Dalam penyisiran itu, militer Sudan berhasil menemukan beberapa rekan mereka tewas.
Pemerintah Sudan pada Februari lalu memutuskan untuk menambah bala bantuan personel ke negara bagian Blue Nile, wilayah utama penyerangan pemberontak SPLM. Pertikaian antara SPLM dan tentara Sudan pecah setahun yang lalu, setelah Pemerintah Sudan memerdekakan Sudan Selatan, yang saat ini telah membentuk pemerintahan sendiri.
Sejak saat itu, satusan ribu orang telah meninggalkan rumah mereka di negara bagian Blue Nile. Pemerintah Sudan yang berasal dari Partai Kongres Nasional (NPC) sebelumnya mengatakan, pemberontak SPLM tidak bergerak sendiri, ada keterlibatan pihak asing dalam serangan yang mereka lancarkan.
"Militer berhasil memukul mundur serangan yang dilancarkan pemberontak SPLM di wilayah Surkum," ungkap Al-Sawarmy Khalid Saad, Juru Bicara Militer Sudan, seperti dilansir SUNA, kantor berita Pemerintah Sudan, Senin (12/3/2013).
"Tentara membunuh lebih dari 40 pemberontak, menghancurkan sebuah tank dan dua kendaraan yang digunakan SPLM untuk menyerang militer Sudan. Selain itu, militer juga berhasil menyita sejumlah senjata dan amunisi milik para pemberontak yang tewas," imbuh Saad.
Saad mengatakan, militer Sudan tidak berhenti saat SPLM mundur, mereka terus melakukan pengejaran dan menyisir wilayah di sekitar lokasi penyerangan. Dalam penyisiran itu, militer Sudan berhasil menemukan beberapa rekan mereka tewas.
Pemerintah Sudan pada Februari lalu memutuskan untuk menambah bala bantuan personel ke negara bagian Blue Nile, wilayah utama penyerangan pemberontak SPLM. Pertikaian antara SPLM dan tentara Sudan pecah setahun yang lalu, setelah Pemerintah Sudan memerdekakan Sudan Selatan, yang saat ini telah membentuk pemerintahan sendiri.
Sejak saat itu, satusan ribu orang telah meninggalkan rumah mereka di negara bagian Blue Nile. Pemerintah Sudan yang berasal dari Partai Kongres Nasional (NPC) sebelumnya mengatakan, pemberontak SPLM tidak bergerak sendiri, ada keterlibatan pihak asing dalam serangan yang mereka lancarkan.
(esn)