AS kecam penggunaan rudal Scud oleh rezim Suriah
Senin, 25 Februari 2013 - 09:00 WIB
AS kecam penggunaan rudal Scud oleh rezim Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Amerika Serikat (AS) mengecam pasukan Pemerintah Suriah yang menggunakan rudal Scud untuk menyerang basis pemberontak di Kota Aleppo, Jumat 22 Februari. Serangan itu menewaskan puluhan orang.
“Serangan terhadap Distrik di Aleppo dan serangan lainnya, seperti serangan pada blok kota dan rumah sakit lapangan adalah demonstrasi terbaru dari kebengisan rezim Suriah,” sebut pernyataan Departemen Luar Negeri AS, Minggu (24/2/2013), seperti dikutip dari Reuters.
Serangan ini telah membuat organisasi payung pemberontak, Koalisi Nasional Suriah, mengancam menarik diri dari dialog internasional yang rencananya akan dilangsungkan di beberapa negara. Hal itu dilakukan Koalisi Nasional Suriah sebagai bentuk protes terhadap aksi diam dunia interasional terhadap tindakan rezim yang membantai penduduk sipil.
Dalam pernyataan Departemen Luar Negeri, juru bicara Victoria Nuland mengatakan, Washington berharap untuk segera bertemu dengan pimpinan payung kelompok oposisi
“Pertemuan diperlukan untuk membahas bagaimana AS dan teman-teman lain dari rakyat Suriah dapat berbuat lebih banyak untuk membantu rakyat Suriah mencapai transisi politik yang mereka inginkan,” jelas Nuland.
Pertemuan internasional terdekat yang digagas Friends of Suriah akan dilangsungkan di Roma pada pertengahan pekan depan. Selanjutnya, pertemuan Friends of Suriah akan digelar di Rusia dan Amerika Serikat.
“Serangan terhadap Distrik di Aleppo dan serangan lainnya, seperti serangan pada blok kota dan rumah sakit lapangan adalah demonstrasi terbaru dari kebengisan rezim Suriah,” sebut pernyataan Departemen Luar Negeri AS, Minggu (24/2/2013), seperti dikutip dari Reuters.
Serangan ini telah membuat organisasi payung pemberontak, Koalisi Nasional Suriah, mengancam menarik diri dari dialog internasional yang rencananya akan dilangsungkan di beberapa negara. Hal itu dilakukan Koalisi Nasional Suriah sebagai bentuk protes terhadap aksi diam dunia interasional terhadap tindakan rezim yang membantai penduduk sipil.
Dalam pernyataan Departemen Luar Negeri, juru bicara Victoria Nuland mengatakan, Washington berharap untuk segera bertemu dengan pimpinan payung kelompok oposisi
“Pertemuan diperlukan untuk membahas bagaimana AS dan teman-teman lain dari rakyat Suriah dapat berbuat lebih banyak untuk membantu rakyat Suriah mencapai transisi politik yang mereka inginkan,” jelas Nuland.
Pertemuan internasional terdekat yang digagas Friends of Suriah akan dilangsungkan di Roma pada pertengahan pekan depan. Selanjutnya, pertemuan Friends of Suriah akan digelar di Rusia dan Amerika Serikat.
(esn)