Polisi AS tawarkan Rp 9,6 milar bagi informan
Senin, 11 Februari 2013 - 15:02 WIB
Polisi AS tawarkan Rp 9,6 milar bagi informan
A
A
A
Sindonews.com - Kepolisian Los Angeles, Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah USD 1 juta atau sekira Rp 9,6 miliar bagi informan yang membantu menangkap Christopher Dorner (33), Minggu (10/2/2013). Dorner dituding sebagai "teroris lokal" dan bertanggung jawab atas tiga pembunuhan, seperti dilansir Reuters.
Dorner dituding membunuh satu pasangan pada 3 Februari lalu. Sehari kemudian, dia menyergap dua anggota kepolisian Los Angeles (LAPD) dan menewaskan satu di antara mereka. Masih di hari yang sama, seorang anggota LAPD kembali terluka setelah diserang Dorner.
Tidak berhenti sampai di sana, Dorner yang merupakan anggota LAPD ini juga mengumbar ancaman kepada para polisi secara on line. Akibatnya, LAPD bekerjasama dengan Biro Investigasi Federal (FBI) AS memberikan perlindungan khusus pada 50 orang polisi dan anggota keluaga yang mendapat ancaman Dorner.
"Saya akan melakukan perang konvensional dan asimetris pada semua anggota LAPD, baik yang berseragam aktif atau pun tidak," ancam Dorner dalam pesan yang dia kirim lewat email.
"Kami tidak akan mentolerir siapapun yang merusak keamanan, ketenangan di lingkungan dan masyarakat kami," ungkap Walikota Antonio Villaraigosa, saat mengumumkan sayembara tersebut.
"Kami tidak akan mentolerir aksi teror dan aksi pembunuhan yang telah mencuri ketenangan dari para penduduk di Selatan California," lanjut Villaraigosa.
Villaraigosa mengatakan, hadiah tersebut dikumpulkan dari berbagai kalangan di California, seperti pemimpin lokal, pebisnis, serikat pekerka, aparat penegak hukum dan kelompok masyarakat.
Anggota kepolisian langsung menerjukan sebanyak 100 polisi untuk mencari Dorner di resor ski Big Bear. Pencarian dilakukan setelah polisi menemukan truk miliknya terparkir di dekat hutan, di sekitar resor ski itu dalam keadaan kehabisan bahan bakar. LAPD menggambarkan Dorner sebagai seseorang bersenjata yang sangat berbahaya.
Charlie Beck, Kepala LAPD mengatakan, beberapa orang mungkin bertanya, mengapa hadiah yang di tawarkan sangat besar untuk sebuah informasi. "Masalahnya bukan semata-mata untuk mencari tersangka yang kabur, tapi ini tentang tindakan pencegahan aksi kejahatan dan kemungkinan aksi pembunuhan," ungkap Beck.
Dorner dituding membunuh satu pasangan pada 3 Februari lalu. Sehari kemudian, dia menyergap dua anggota kepolisian Los Angeles (LAPD) dan menewaskan satu di antara mereka. Masih di hari yang sama, seorang anggota LAPD kembali terluka setelah diserang Dorner.
Tidak berhenti sampai di sana, Dorner yang merupakan anggota LAPD ini juga mengumbar ancaman kepada para polisi secara on line. Akibatnya, LAPD bekerjasama dengan Biro Investigasi Federal (FBI) AS memberikan perlindungan khusus pada 50 orang polisi dan anggota keluaga yang mendapat ancaman Dorner.
"Saya akan melakukan perang konvensional dan asimetris pada semua anggota LAPD, baik yang berseragam aktif atau pun tidak," ancam Dorner dalam pesan yang dia kirim lewat email.
"Kami tidak akan mentolerir siapapun yang merusak keamanan, ketenangan di lingkungan dan masyarakat kami," ungkap Walikota Antonio Villaraigosa, saat mengumumkan sayembara tersebut.
"Kami tidak akan mentolerir aksi teror dan aksi pembunuhan yang telah mencuri ketenangan dari para penduduk di Selatan California," lanjut Villaraigosa.
Villaraigosa mengatakan, hadiah tersebut dikumpulkan dari berbagai kalangan di California, seperti pemimpin lokal, pebisnis, serikat pekerka, aparat penegak hukum dan kelompok masyarakat.
Anggota kepolisian langsung menerjukan sebanyak 100 polisi untuk mencari Dorner di resor ski Big Bear. Pencarian dilakukan setelah polisi menemukan truk miliknya terparkir di dekat hutan, di sekitar resor ski itu dalam keadaan kehabisan bahan bakar. LAPD menggambarkan Dorner sebagai seseorang bersenjata yang sangat berbahaya.
Charlie Beck, Kepala LAPD mengatakan, beberapa orang mungkin bertanya, mengapa hadiah yang di tawarkan sangat besar untuk sebuah informasi. "Masalahnya bukan semata-mata untuk mencari tersangka yang kabur, tapi ini tentang tindakan pencegahan aksi kejahatan dan kemungkinan aksi pembunuhan," ungkap Beck.
(esn)