Rusia bantah akan lakukan pertemuan dengan AS dan PBB
Jum'at, 01 Februari 2013 - 21:18 WIB
Rusia bantah akan lakukan pertemuan dengan AS dan PBB
A
A
A
Sindonews.com – Rusia membantah laporan yang menyatakan bakal digelarnya sebuah pertemuan antara Rusia, Amerika Serikat (AS), Pemimpin oposisi Suriah, dan PBB untuk mencari jalan keluar krisis di Suriah.
Laporan itu menyebut, Rusia akan diwakili oleh Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov. “Tidak ada pertemuan seperti yang disebutkan dalam laporan itu di program Menteri Luar Negeri Rusia," ujar Wakil Menlu Rusia, Gennady Gatilov di akun Twitter nya, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (1/2/2013).
Sebelumnya, sempat muncul laporan bahwa Wakil Presiden AS Joe Biden akan membahas pembantaian di Suriah dalam pertemuan dengan Lavrov dan kepala oposisi Suriah, Moaz al-Khatib pada Sabtu 2 Februari. Laporan ini dikeluarkan oleh Gedung Putih.
Seperti dikutip dari Washington Post, Kamis 31 Januari, Biden akan mengadakan pertemuan di sela-sela Konferensi Keamanan di Munich. Rencananya, pertemuan ini juga akan dihadiri oleh pemimpin Jerman, Perancis, dan Inggris.
Pertemuan ini dilakukan setelah kian meningkatnya tensi perang saudara di Suriah dan memiliki kemungkinan untuk menyebar ke negara-negara tetangga. Terlebih setelah adanya serangan udara Israel ke wilayah Suriah.
Laporan itu menyebut, Rusia akan diwakili oleh Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov. “Tidak ada pertemuan seperti yang disebutkan dalam laporan itu di program Menteri Luar Negeri Rusia," ujar Wakil Menlu Rusia, Gennady Gatilov di akun Twitter nya, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (1/2/2013).
Sebelumnya, sempat muncul laporan bahwa Wakil Presiden AS Joe Biden akan membahas pembantaian di Suriah dalam pertemuan dengan Lavrov dan kepala oposisi Suriah, Moaz al-Khatib pada Sabtu 2 Februari. Laporan ini dikeluarkan oleh Gedung Putih.
Seperti dikutip dari Washington Post, Kamis 31 Januari, Biden akan mengadakan pertemuan di sela-sela Konferensi Keamanan di Munich. Rencananya, pertemuan ini juga akan dihadiri oleh pemimpin Jerman, Perancis, dan Inggris.
Pertemuan ini dilakukan setelah kian meningkatnya tensi perang saudara di Suriah dan memiliki kemungkinan untuk menyebar ke negara-negara tetangga. Terlebih setelah adanya serangan udara Israel ke wilayah Suriah.
(esn)