Jepang tingkatkan jumlah personel militer, China khawatir
Senin, 28 Januari 2013 - 21:24 WIB
Jepang tingkatkan jumlah personel militer, China khawatir
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah China menyatakan kekhawatirannya soal rencana Jepang untuk meningkatkan jumlah personel militer. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei mengatakan, Jepang harus lebih memperhatikan masalah-masalah regional. Pernyataan ini menyoroti agresi militer Jepang selama Perang Dunia (PD) II.
"Karena alasan historis, negara-negara tetangga Jepang menaruh perhatian besar terhadap perkembangan militer Jepang," kata Lei. Hingga kini, China masih menganggap Jepang kurang menyatakan rasa penyesalan atas apa yang terjadi di PD II.
“Kami berharap, bahwa Jepang menempuh jalan pembangunan damai, menghormati keprihatinan dari negara-negara di kawasan itu, mengambil sejarah sebagai cermin dan lebih menguntungkan perdamaian regional dan stabilitas," tambahnya.
Pada akhir pekan lalu, Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera mengatakan, Pemerintah Jepang akan meningkatkan jumlah personel menjadi 287 ribu, dari sebelumnya 225 ribu personel. Ini adalah jumlah kenaikan terbesar selama dua dekade terakhir.
Hingga kini, China dan Jepang masih terlibat sengketa atas kepulauan Senkaku/Diaoyu di Laut China Timur. Kedua negara sama-sama mengklaim sebagai pemilik kepulauan tak berpenghuni tersebut. Aktivitas di kawasan itu selalu memicu reaksi kedua negara.
"Karena alasan historis, negara-negara tetangga Jepang menaruh perhatian besar terhadap perkembangan militer Jepang," kata Lei. Hingga kini, China masih menganggap Jepang kurang menyatakan rasa penyesalan atas apa yang terjadi di PD II.
“Kami berharap, bahwa Jepang menempuh jalan pembangunan damai, menghormati keprihatinan dari negara-negara di kawasan itu, mengambil sejarah sebagai cermin dan lebih menguntungkan perdamaian regional dan stabilitas," tambahnya.
Pada akhir pekan lalu, Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera mengatakan, Pemerintah Jepang akan meningkatkan jumlah personel menjadi 287 ribu, dari sebelumnya 225 ribu personel. Ini adalah jumlah kenaikan terbesar selama dua dekade terakhir.
Hingga kini, China dan Jepang masih terlibat sengketa atas kepulauan Senkaku/Diaoyu di Laut China Timur. Kedua negara sama-sama mengklaim sebagai pemilik kepulauan tak berpenghuni tersebut. Aktivitas di kawasan itu selalu memicu reaksi kedua negara.
(esn)