Militer Mali yakin, bulan depan Gao & Timbuktu bisa dibebaskan
Selasa, 22 Januari 2013 - 22:27 WIB
Militer Mali yakin, bulan depan Gao & Timbuktu bisa dibebaskan
A
A
A
Sindonews.com – Panglima Militer Mali, Jenderal Ibrahima Dahirou Dembele mengatakan, pasukannya yang didukung militer Perancis bisa merebut kembali kota-kota di utara negara itu, Gao dan Timbuktu dari tangan pemberontak dalam waktu satu bulan.
Dembele mengatakan, pasukan Mali yang didukung tentara Perancis terus maju untuk pembebasan total Mali utara dari tangan pemberontak. "Jika dukungan tetap konsisten, tidak akan butuh waktu lebih dari sebulan untuk membebaskan Gao dan Timbuktu," ujar Dembele, Selasa (22/1/2013), dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio Perancis, RFI.
Sementara itu, militer Amerika Serikat (AS) menyatakan, bahwa mereka telah memulai operasi untuk menerbangkan pasukan dan peralatan tempur Perancis, dari Perancis ke Mali untuk membantu operasi mereka.
Belgia, Inggris, Kanada, Denmark, Belanda, Spanyol, dan Uni Emirat Arab juga menyediakan transportasi pesawat atau helikopter yang diperlukan untuk membantu memindahkan pasukan gabungan tentara Afrika Barat dan Perancis ke Mali.
Dembele mengatakan, pasukan dari Nigeria dan Chad yang diharapkan datang melalui Nigeria, yang berbatasan dengan Mali di sebelah timur dan ke pusat kota Gao, yang selama ini menjadi basis kaum pemberontak.
"Tujuan dari para pejuang musuh adalah untuk menarik diri ke perbukitan di sekitar Aguelhok, sebuah kota di utara dekat perbatasan Aljazair, katanya.
Dembele mengatakan, pasukan Mali yang didukung tentara Perancis terus maju untuk pembebasan total Mali utara dari tangan pemberontak. "Jika dukungan tetap konsisten, tidak akan butuh waktu lebih dari sebulan untuk membebaskan Gao dan Timbuktu," ujar Dembele, Selasa (22/1/2013), dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio Perancis, RFI.
Sementara itu, militer Amerika Serikat (AS) menyatakan, bahwa mereka telah memulai operasi untuk menerbangkan pasukan dan peralatan tempur Perancis, dari Perancis ke Mali untuk membantu operasi mereka.
Belgia, Inggris, Kanada, Denmark, Belanda, Spanyol, dan Uni Emirat Arab juga menyediakan transportasi pesawat atau helikopter yang diperlukan untuk membantu memindahkan pasukan gabungan tentara Afrika Barat dan Perancis ke Mali.
Dembele mengatakan, pasukan dari Nigeria dan Chad yang diharapkan datang melalui Nigeria, yang berbatasan dengan Mali di sebelah timur dan ke pusat kota Gao, yang selama ini menjadi basis kaum pemberontak.
"Tujuan dari para pejuang musuh adalah untuk menarik diri ke perbukitan di sekitar Aguelhok, sebuah kota di utara dekat perbatasan Aljazair, katanya.
(esn)