Jet tempur & helikopter Perancis terus gempur Utara Mali
Senin, 21 Januari 2013 - 20:29 WIB
Jet tempur & helikopter Perancis terus gempur Utara Mali
A
A
A
Sindonews.com - Militer Perancis dan Mali kembali melancarkan serangan di wilayah utara Mali. Sumber militer mengatakan, pasukan Perancis dan Mali telah melancarkan serangan di wilayah barat Kota Diabaly, Kota yang sebelumnya dibombardir oleh angkatan udara Prancis, Senin (21/1/2013).
"30 Konvoi pasukan lapis baja yang mengangkut 300 pasukan Perancis dan Mali bergerak menuju Kota Niono, 60 km sebelah selatan wilayah Diabaly," ungkap sumber militer, seperti dilansir dalam Presstv.
Seorang tentara Perancis mengatakan, serangan udara yang mereka lancarkan dalam 24 jam terakhir berhasil menghancurkan enam kendaraan teroris. Sementara itu, seorang Kolonel Tentara Mali mengatakan, meski Kota Diabaly telah berhasil dikuasai, namun pasukan militer harus tetap waspada. Sebab, teroris dapat menyerang dari wilayah pinggiran Diabaly dalam beberapa jam mendatang.
Kemarin, Menteri Pertahanan Perancis Jean-Yves Le sekali lagi menegaskan, bahwa 2.500 pasukan Perancis yang dikirim ke Mali tidak akan meninggalkan Mali sampai semua wilayah yang dikuasai oleh teroris di wilayah utara bisa diambil alih kembali.
"Tujuan tentara Perancis datang ke Mali adalah untuk penaklukan total. Kami tidak akan meninggalkan satu pun kantong wilayah bagi teroris," ungkap Le Drian.
"30 Konvoi pasukan lapis baja yang mengangkut 300 pasukan Perancis dan Mali bergerak menuju Kota Niono, 60 km sebelah selatan wilayah Diabaly," ungkap sumber militer, seperti dilansir dalam Presstv.
Seorang tentara Perancis mengatakan, serangan udara yang mereka lancarkan dalam 24 jam terakhir berhasil menghancurkan enam kendaraan teroris. Sementara itu, seorang Kolonel Tentara Mali mengatakan, meski Kota Diabaly telah berhasil dikuasai, namun pasukan militer harus tetap waspada. Sebab, teroris dapat menyerang dari wilayah pinggiran Diabaly dalam beberapa jam mendatang.
Kemarin, Menteri Pertahanan Perancis Jean-Yves Le sekali lagi menegaskan, bahwa 2.500 pasukan Perancis yang dikirim ke Mali tidak akan meninggalkan Mali sampai semua wilayah yang dikuasai oleh teroris di wilayah utara bisa diambil alih kembali.
"Tujuan tentara Perancis datang ke Mali adalah untuk penaklukan total. Kami tidak akan meninggalkan satu pun kantong wilayah bagi teroris," ungkap Le Drian.
(esn)