AS kirim tim untuk latih pasukan Afrika di Mali
Jum'at, 18 Januari 2013 - 15:12 WIB
AS kirim tim untuk latih pasukan Afrika di Mali
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk mengirim sejumlah instruktur untuk melatih militer Mali melawan militan Islami yang menguasai wilayah utara Mali, Jumat (17/1/2013). Keputusan tersebut disampaikan, setelah sejumlah pasukan dari negera Afrika dan Prancis datang untuk membantu mliter Mali.
Victoria Nuland, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan, Pemerintah AS setuju untuk mengirimkan sebuah tim yang akan menjalankan program African Contingency Operations Training and Assistance (ACOTA). Program tersebut bertujuan untuk melatih dan melengkapi penempatan militer Afrika yang dikirim ke Mali guna mendukung operasi perdamian dan melakukan bantuan kemanusiaan.
"Hanya untuk memberikan pelatihan, tim yang akan menjalankan program ACOTA sedang dalam perjalanan menuju Afrika dan mereka akan sampai di Mali pada akhir pekan ini," ungkap Nuland, seperti dilansir Xinhua, Jumat (18/1/2013).
Sementara itu, Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney mengatakan, Washington sedang mempertimbangkan permintaan Prancis untuk tambahan pasukan bantuan. Hal ini diperlukan untuk mencapai tujuan mereka, menghapus teroris dan meciptakan keamanan di wilayah Mali dan kawasan tersebut.
"Kami memiliki beberapa kemampuan airlift dan kami dapat bekerja sama dengan pasukan Prancis untuk membantu mereka mengerahkan pasukan dan sejumlah peralatan mereka," ungkap Carney.
Seperti diketahui, Pemerintah Mali meminta bantuan militer pada pemerintah Prancis untuk melawan militan di wilayah utara Mali. Pasalnya, militer Mali gagal mempertahankan wilayah Konna, 600 km dari Ibu Kota Bamako, Kamis (10/1/2012).
Menangapi permintaan tersebut, Pemerintah Perancis akan mengerahkan total 2.500 tentara ke Mali. Invasi militer Perancis ke Mali ini akan didukung dua negara lainnya, yakni Kanada dan Inggris. Dua negara ini memberikan dukungan tidak langsung, berupa dua pesawat kargo C-17.
Victoria Nuland, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan, Pemerintah AS setuju untuk mengirimkan sebuah tim yang akan menjalankan program African Contingency Operations Training and Assistance (ACOTA). Program tersebut bertujuan untuk melatih dan melengkapi penempatan militer Afrika yang dikirim ke Mali guna mendukung operasi perdamian dan melakukan bantuan kemanusiaan.
"Hanya untuk memberikan pelatihan, tim yang akan menjalankan program ACOTA sedang dalam perjalanan menuju Afrika dan mereka akan sampai di Mali pada akhir pekan ini," ungkap Nuland, seperti dilansir Xinhua, Jumat (18/1/2013).
Sementara itu, Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney mengatakan, Washington sedang mempertimbangkan permintaan Prancis untuk tambahan pasukan bantuan. Hal ini diperlukan untuk mencapai tujuan mereka, menghapus teroris dan meciptakan keamanan di wilayah Mali dan kawasan tersebut.
"Kami memiliki beberapa kemampuan airlift dan kami dapat bekerja sama dengan pasukan Prancis untuk membantu mereka mengerahkan pasukan dan sejumlah peralatan mereka," ungkap Carney.
Seperti diketahui, Pemerintah Mali meminta bantuan militer pada pemerintah Prancis untuk melawan militan di wilayah utara Mali. Pasalnya, militer Mali gagal mempertahankan wilayah Konna, 600 km dari Ibu Kota Bamako, Kamis (10/1/2012).
Menangapi permintaan tersebut, Pemerintah Perancis akan mengerahkan total 2.500 tentara ke Mali. Invasi militer Perancis ke Mali ini akan didukung dua negara lainnya, yakni Kanada dan Inggris. Dua negara ini memberikan dukungan tidak langsung, berupa dua pesawat kargo C-17.
(esn)