Negara-negara Arab diminta segera bantu Otoritas Palestina

Minggu, 13 Januari 2013 - 22:11 WIB
Negara-negara Arab diminta...
Negara-negara Arab diminta segera bantu Otoritas Palestina
A A A
Sindonews.com – Menteri Tenaga Kerja Pemerintah Otoritas Palestina (PNA) Ahmed Majdalani, Minggu (13/1/2013), menyerukan negara-negara Arab untuk segera bertindak guna menyelamatkan PNA dari krisis keuangan yang parah dan tantangan ekonomi dan politik belum pernah terjadi sebelumnya.

“Jika anggaran PNA tidak didukung, akan ada keruntuhan yang komprehensif dari semua layanan PNA terhadap rakyat Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza,” ujar Majdalani dalam wawancara khusus dengan kantor berita Xinhua.

"Negara-negara Arab harus segera bertindak menyelamatkan anggaran PNA,” kata Majdalani, mengacu pada pertemuan darurat yang diikuti oleh para Menteri Luar Negeri negara-negara Arab dan Perdana Menteri PNA, Salam Fayyad di Kairo, Minggu (13/1/2013), untuk membahas situasi krusial keuangan PNA itu.

"Fayyad telah menyajikan laporan lengkap pada dimensi krisis keuangan dan konsekuensinya pada Palestina. Perdana Menteri juga akan memanggil pemimpin negara-negara Arab untuk meminta tanggung jawab mereka dan membantu melaksanakan keputusan KTT Liga Arab sebelumnya,” jelas Majdalani.

Pertemuan para Menteri Luar Negeri negara-negara Arab ini diadakan atas permintaan Libanon. Pertemuan ini juga membahas situasi ribuan pengungsi Palestina dan Suriah yang melarikan diri ke Libanon, karena konflik yang berkepanjangan antara rezim Suriah dan pasukan oposisi.

"Krisis keuangan meningkat dan berkembang, hal ini belum pernah terjadi sebelumnya. Kebutuhan tumbuh di tengah tantangan berat yang akan segera menonaktifkan kinerja lembaga Palestina dan perusahaan, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan," kata Majdalani di kantornya di Ramallah.

Menurutnya, kondisi ini juga mempengaruhi aparat keamanan Palestina, serta kemampuan untuk mengendalikan situasi keamanan di Tepi Barat. “Yang berarti bahwa situasinya sangat sulit dan membutuhkan intervensi mendesak negara-negara Arab,” lanjutnya.

Majdalani juga menyatakan, bahwa PNA sangat membutuhkan USD240 juta untuk memenuhi komitmennya, terutama membayar gaji para karyawan, keamanan, dan pegawai negeri sipil.

"Hal ini telah menjadi sangat jelas, bahwa menyelamatkan anggaran PNA dan menempatkan posisi untuk mengakhiri krisis keuangan benar-benar politis," kata Majdalani, mengacu pada kekurangan dalam anggaran PNA yang mencapai lebih dari USD1 miliar, karena kurangnya bantuan asing.
(esn)
Berita Terkait
Timnas Palestina Tiba...
Timnas Palestina Tiba di Indonesia, Yel-Yel Ahlan Wa Sahlan Menggema
Palestina Desak Belanda...
Palestina Desak Belanda Mengakui Negara Palestina
Aksi Bela Palestina,...
Aksi Bela Palestina, Ratusan Nelayan Mabak Gelar Aksi di Lautan Merak
Ikut Aksi Bela Palestina,...
Ikut Aksi Bela Palestina, Hidayat Nur Wahid Minta Prabowo Tegas Bela Kemerdekaan Palestina
Ribuan Warga Kembali...
Ribuan Warga Kembali ke Rumah Mereka meski Kota Gaza telah Hancur
Brigade Jenin Tolak...
Brigade Jenin Tolak Serahkan Senjata, Rakyat Palestina Ingin Akhiri Perang Saudara
Berita Terkini
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
19 menit yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
1 jam yang lalu
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1 jam yang lalu
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
2 jam yang lalu
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
3 jam yang lalu
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved