Italia kecam aksi serangan terhadap De Sanctis di Benghazi
Minggu, 13 Januari 2013 - 21:39 WIB
Italia kecam aksi serangan terhadap De Sanctis di Benghazi
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Italia Giulio Terzi, Minggu (13/1/2013), mengutuk serangan terhadap Kepala Konsulat Italia di Benghazi, Guido De Sanctis (51). Pada Sabtu 12 Januari, mobil yang ditumpangi De Sanctis diberondong peluru oleh orang tak dikenal.
"Ini merupakan upaya untuk mengacaukan lembaga-lembaga baru di Libya," ujar Terzi, seperti dikutip dari Fokus News. “Berkat pengamanan yang ditujukan untuk melindungi De Sanctis, dia tidak terluka dalam serangan itu,” lanjutnya.
Terzi mengutuk serangan itu dan menyebutnya sebagai tindakan terorisme keji. Serangan ini terjadi di kantor Konsulat Italia di Benghazi Timur. Insiden itu terjadi empat bulan setelah Duta Besar Amerika Serikat (AS) Chris Stevens dan tiga orang Amerika lainnya tewas di Benghazi akibat serangan bersenjata terhadap gedung konsulat AS.
“Pemerintah Libya telah menjamin komitmen maksimum untuk memastikan mereka yang bertanggung jawab atas tindakan terorisme keji ini. Italia mengungkapkan kecaman yang kuat dan menegaskan kembali dukungan penuh terhadap jalannya demokrasi dan reformasi pemerintah di Tripoli," beber Terzi.
Dampak dari tembakan peluru itu jelas terlihat pada jendela mobil De Sanctis, yang ditembak ketika hendak meninggalkan gedung konsulat Italia. De Sanctis telah berada di Benghazi sejak awal pemberontakan terhadap diktator Libya, Moammar Gaddafi pada 2011. De Sanctis dijadwalkan pergi ke Qatar untuk penugasan baru pada pekan depan.
"Ini merupakan upaya untuk mengacaukan lembaga-lembaga baru di Libya," ujar Terzi, seperti dikutip dari Fokus News. “Berkat pengamanan yang ditujukan untuk melindungi De Sanctis, dia tidak terluka dalam serangan itu,” lanjutnya.
Terzi mengutuk serangan itu dan menyebutnya sebagai tindakan terorisme keji. Serangan ini terjadi di kantor Konsulat Italia di Benghazi Timur. Insiden itu terjadi empat bulan setelah Duta Besar Amerika Serikat (AS) Chris Stevens dan tiga orang Amerika lainnya tewas di Benghazi akibat serangan bersenjata terhadap gedung konsulat AS.
“Pemerintah Libya telah menjamin komitmen maksimum untuk memastikan mereka yang bertanggung jawab atas tindakan terorisme keji ini. Italia mengungkapkan kecaman yang kuat dan menegaskan kembali dukungan penuh terhadap jalannya demokrasi dan reformasi pemerintah di Tripoli," beber Terzi.
Dampak dari tembakan peluru itu jelas terlihat pada jendela mobil De Sanctis, yang ditembak ketika hendak meninggalkan gedung konsulat Italia. De Sanctis telah berada di Benghazi sejak awal pemberontakan terhadap diktator Libya, Moammar Gaddafi pada 2011. De Sanctis dijadwalkan pergi ke Qatar untuk penugasan baru pada pekan depan.
(esn)