Pakistan pertimbangkan buka blokir YouTube
Sabtu, 29 Desember 2012 - 20:17 WIB
Pakistan pertimbangkan buka blokir YouTube
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Pakistan sedang mempertimbangkan untuk membuka blokir akses ke situs YouTube. Menteri Dalam Negeri Pakistan, Rehman Malik mengatakan di Twitter, Sabtu (29/12/2012), keputusan untuk mengizinkan akses itu karena besarnya permintaan masyarakat.
"Ada permintaan yang besar dari semua lapisan masyarakat untuk membuka blokir YouTube. Regulator telekomunikasi akan menginstal firewall untuk mempertahankan blok pada konten tak layak,” ujar Malik.
"Pakistan Telecommunication Authority (PTA) sedang menyelesaikan negosiasi untuk memperoleh perangkat lunak firewall yang kuat, untuk benar-benar memblokir materi pornografi dan menghujat," tambahnya.
Internet Service Provider Association of Pakistan (ISPAK) mengatakan, mereka belum menerima pemberitahuan dari pemerintah, namun menyambut baik pengumuman Menteri Dalam Negeri.
"Ini adalah perkembangan yang baik, karena banyak orang, terutama mahasiswa dan institusi yang menggunakan YouTube untuk pendidikan,” kata Wahajus Siraj, salah seorang pejabat ISPAK.
Pada September silam, Perdana Menteri Pakistan, Pervez Ashraf Raja memerintahkan pemblokiran YouTube. Keputusan ini diambil, setelah setelah situs yang berbasis di Amerika Serikat itu menolak untuk mengindahkan tuntutan untuk menghapus film yang berisi penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW.
"Ada permintaan yang besar dari semua lapisan masyarakat untuk membuka blokir YouTube. Regulator telekomunikasi akan menginstal firewall untuk mempertahankan blok pada konten tak layak,” ujar Malik.
"Pakistan Telecommunication Authority (PTA) sedang menyelesaikan negosiasi untuk memperoleh perangkat lunak firewall yang kuat, untuk benar-benar memblokir materi pornografi dan menghujat," tambahnya.
Internet Service Provider Association of Pakistan (ISPAK) mengatakan, mereka belum menerima pemberitahuan dari pemerintah, namun menyambut baik pengumuman Menteri Dalam Negeri.
"Ini adalah perkembangan yang baik, karena banyak orang, terutama mahasiswa dan institusi yang menggunakan YouTube untuk pendidikan,” kata Wahajus Siraj, salah seorang pejabat ISPAK.
Pada September silam, Perdana Menteri Pakistan, Pervez Ashraf Raja memerintahkan pemblokiran YouTube. Keputusan ini diambil, setelah setelah situs yang berbasis di Amerika Serikat itu menolak untuk mengindahkan tuntutan untuk menghapus film yang berisi penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW.
(esn)