Pasukan Perancis di Afrika Tengah untuk lindungi WN Perancis
Jum'at, 28 Desember 2012 - 15:37 WIB
Pasukan Perancis di Afrika Tengah untuk lindungi WN Perancis
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Prancis Francois Hollande menyatakan, bahwa penempatan pasukan Perancis di Republik Afrika Tengah bertujuan untuk mengamankan kepentingan dan warga negara Perancis di negara itu dan bukan untuk ikut campur tangan dalam urusan internal negara lain.
"Kehadiran pasukan Perancis bukan untuk melindungi rezim, tapi untuk melindungi warga negara kita dan kepentingan kita. Tidak ada niat untuk campur tangan dalam urusan internal negara lain, dalam hal ini Afrika Tengah," ujar Hollande, Kamis (27/12/2012).
Sebelumnya, Hollande sudah memberi perintah pada militer Perancis untuk mengamankan aset Perancis di Afrika Tengah. "Presiden meminta Menteri Pertahanan untuk mengambil semua langkah-langkah guna menjamin keamanan dari senyawa diplomatik dan perlindungan bagi warga negara Perancis,” sebut sebuat pernyataan yang dikeluarkan kantor Kepresidenan Perancis.
Menurut Kementerian Pertahanan Perancis, sekitar 250 tentara Perancis dikerahkan ke bekas negara jajahan Perancis itu untuk misi penjaga perdamaian. Tugas utamanya adalah menjaga Kedutaan Besar Perancis.
Pernyataan Hollande ini muncul setelah ratusan orang melakukan protes di luar Kedutaan Besar Prancis di Republik Afrika Tengah, Rabu 26 Desember. Para demonstran melemparkan batu ke gedung kedutaan dan menghancurkan bendera Prancis.
Para demonstran marah karena Pemerintah Perancis dinilai kurang memberi dukungan untuk memberantas pemberontak Seleka yang kian kuat melancarkan serangan dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini, kaum pemberontak telah mengambilalih Kota Bandoro Kaga.
"Kehadiran pasukan Perancis bukan untuk melindungi rezim, tapi untuk melindungi warga negara kita dan kepentingan kita. Tidak ada niat untuk campur tangan dalam urusan internal negara lain, dalam hal ini Afrika Tengah," ujar Hollande, Kamis (27/12/2012).
Sebelumnya, Hollande sudah memberi perintah pada militer Perancis untuk mengamankan aset Perancis di Afrika Tengah. "Presiden meminta Menteri Pertahanan untuk mengambil semua langkah-langkah guna menjamin keamanan dari senyawa diplomatik dan perlindungan bagi warga negara Perancis,” sebut sebuat pernyataan yang dikeluarkan kantor Kepresidenan Perancis.
Menurut Kementerian Pertahanan Perancis, sekitar 250 tentara Perancis dikerahkan ke bekas negara jajahan Perancis itu untuk misi penjaga perdamaian. Tugas utamanya adalah menjaga Kedutaan Besar Perancis.
Pernyataan Hollande ini muncul setelah ratusan orang melakukan protes di luar Kedutaan Besar Prancis di Republik Afrika Tengah, Rabu 26 Desember. Para demonstran melemparkan batu ke gedung kedutaan dan menghancurkan bendera Prancis.
Para demonstran marah karena Pemerintah Perancis dinilai kurang memberi dukungan untuk memberantas pemberontak Seleka yang kian kuat melancarkan serangan dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini, kaum pemberontak telah mengambilalih Kota Bandoro Kaga.
(esn)