Taliban Pakistan tawarkan gencatan senjata
Kamis, 27 Desember 2012 - 18:33 WIB
Taliban Pakistan tawarkan gencatan senjata
A
A
A
Sindonews.com – Kelompok Taliban Pakistan menawarkan gencatan senjata pada Pemerintah Pakistan. Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Pakistan Taliban, Ihsanullah Ihsan pada kantor berita Reuters, Kamis (27/12/2012), melalui sambungan telepon.
Ihsan menyatakan, Pakistan harus menulis ulang hukum dan konstitusi negeri itu sesuai dengan hukum Islam.
"Kami siap untuk melakukan gencatan senjata dengan Pakistan, selama mereka mau memenuhi tuntutan kami, bahwa sistem Islam harus dimasukan ke dalam hukum. Mereka juga harus memperbaiki kebijakan luar negeri dan setuju untuk berhenti memenuhi tuntutan Amerika Serikat (AS),” jelas Ihsan.
Para militan menuduh pasukan Pakistan bertindak sebagai "Tentara bayaran" untuk AS. Jika Pemerintah Pakistan tak memenuhi tuntutan ini, Taliban Pakistan akan melanjutkan serangan terhadap dua partai politik terbesar di Pakistan, yang dianggap Taliban telah melayani kepentingan AS.
"Kesalahan besar yang dibuat Pemerintah Pakistan adalah, bahwa mereka berjuang dalam perang AS di Afghanistan dan membawanya ke Pakistan," ujar Ihsan. Taliban Pakistan adalah kelompok yang berbeda dengan Taliban Afghanistan.
Tawaran Taliban Pakistan ini dianggap tak masuk akal oleh para pejabat Pemerintah Pakistan. "Mereka adalah sekelompok penjahat. Ini bukan Taliban Afghanistan. Mereka tidak terbuka untuk perundingan. Ini tidak masuk akal," kata seorang pejabat senior Pemerintah Pakistan.
Ihsan menyatakan, Pakistan harus menulis ulang hukum dan konstitusi negeri itu sesuai dengan hukum Islam.
"Kami siap untuk melakukan gencatan senjata dengan Pakistan, selama mereka mau memenuhi tuntutan kami, bahwa sistem Islam harus dimasukan ke dalam hukum. Mereka juga harus memperbaiki kebijakan luar negeri dan setuju untuk berhenti memenuhi tuntutan Amerika Serikat (AS),” jelas Ihsan.
Para militan menuduh pasukan Pakistan bertindak sebagai "Tentara bayaran" untuk AS. Jika Pemerintah Pakistan tak memenuhi tuntutan ini, Taliban Pakistan akan melanjutkan serangan terhadap dua partai politik terbesar di Pakistan, yang dianggap Taliban telah melayani kepentingan AS.
"Kesalahan besar yang dibuat Pemerintah Pakistan adalah, bahwa mereka berjuang dalam perang AS di Afghanistan dan membawanya ke Pakistan," ujar Ihsan. Taliban Pakistan adalah kelompok yang berbeda dengan Taliban Afghanistan.
Tawaran Taliban Pakistan ini dianggap tak masuk akal oleh para pejabat Pemerintah Pakistan. "Mereka adalah sekelompok penjahat. Ini bukan Taliban Afghanistan. Mereka tidak terbuka untuk perundingan. Ini tidak masuk akal," kata seorang pejabat senior Pemerintah Pakistan.
(esn)