Militer Sudan Selatan tembak jatuh helikopter PBB
Sabtu, 22 Desember 2012 - 22:12 WIB
Militer Sudan Selatan tembak jatuh helikopter PBB
A
A
A
Sindonews.com – Tentara Pembebasan Rakyat Sudan (SPLA) menembak jatuh sebuah helikopter MI-8 milik Rusia yang tergabung dalam misi PBB, Jumat 21 Desember. Akibat insiden ini, empat awak helikopter yang semuanya berkebangsaan Rusia tewas.
Insiden penembakan ini mendapat kecaman keras dari PBB. Sekjen PBB, Ban Ki-moon mengatakan helikopter itu jelas-jelas ditandai dengan lambang dan huruf PBB. Ki-moon menuntut agar mereka yang bertanggungjawab atas insiden ini dibawa ke pengadilan.
“Helikopter itu terkena serangan saat terbang di negara bagian Jonglei, sebelah timur Sudan Selatan,” kata Wakil Juru Bicara PBB, Eduardo del Buey di markas PBB, New York, Sabtu (22/12/2012), seperti dikutip dari Channel News Asia.
Pada awalnya, misi PBB di Sudan Selatan (UNMISS), hanya mengisyaratkan bahwa helikopter itu jatuh di Distrik Likuangole, Jonglei. "Laporan awal menunjukkan helikopter PBB jatuh dan terbakar. UNMISS segera meluncurkan pencarian dan mengkonfirmasi kematian dari semua awak," lanjut del Buey.
"Dalam komunikasi selanjutnya antara UNMISS dan Angkatan Bersenjata Sudan Selatan, SPLA mengatakan bahwa mereka telah menembak jatuh helikopter," tambahnya. SPLA sendiri menyangka helikopter itu adalah milik pemberontak yang tengah membawa pasokan senjata bagi pasukan anti pemerintah.
Juru Bicara Militer Sudan Selatan, Philip Aguer mengatakan, pihaknya sempat menanyakan UNMISS, apakah ada pesawat PBB di wilayah Likuangole. Menurut Aguer, UNMISS menyatakan tak ada pesawat PBB di wilayah tersebut.
Aguer juga menuduh, bahwa helikopter itu terlihat mendarat di sebuah pangkalan milik kaum pemberontak pimpinan David Yau Yau. “Saat pasukan SPLA mendekati daerah itu, helikopter itu lepas landas. Unit artileri SPLA pun melepaskan tembakan ke helikopter tersebut,” jelas Aguer.
Insiden penembakan ini mendapat kecaman keras dari PBB. Sekjen PBB, Ban Ki-moon mengatakan helikopter itu jelas-jelas ditandai dengan lambang dan huruf PBB. Ki-moon menuntut agar mereka yang bertanggungjawab atas insiden ini dibawa ke pengadilan.
“Helikopter itu terkena serangan saat terbang di negara bagian Jonglei, sebelah timur Sudan Selatan,” kata Wakil Juru Bicara PBB, Eduardo del Buey di markas PBB, New York, Sabtu (22/12/2012), seperti dikutip dari Channel News Asia.
Pada awalnya, misi PBB di Sudan Selatan (UNMISS), hanya mengisyaratkan bahwa helikopter itu jatuh di Distrik Likuangole, Jonglei. "Laporan awal menunjukkan helikopter PBB jatuh dan terbakar. UNMISS segera meluncurkan pencarian dan mengkonfirmasi kematian dari semua awak," lanjut del Buey.
"Dalam komunikasi selanjutnya antara UNMISS dan Angkatan Bersenjata Sudan Selatan, SPLA mengatakan bahwa mereka telah menembak jatuh helikopter," tambahnya. SPLA sendiri menyangka helikopter itu adalah milik pemberontak yang tengah membawa pasokan senjata bagi pasukan anti pemerintah.
Juru Bicara Militer Sudan Selatan, Philip Aguer mengatakan, pihaknya sempat menanyakan UNMISS, apakah ada pesawat PBB di wilayah Likuangole. Menurut Aguer, UNMISS menyatakan tak ada pesawat PBB di wilayah tersebut.
Aguer juga menuduh, bahwa helikopter itu terlihat mendarat di sebuah pangkalan milik kaum pemberontak pimpinan David Yau Yau. “Saat pasukan SPLA mendekati daerah itu, helikopter itu lepas landas. Unit artileri SPLA pun melepaskan tembakan ke helikopter tersebut,” jelas Aguer.
(esn)