Putin bantah sokong rezim Presiden Assad
Jum'at, 21 Desember 2012 - 18:50 WIB
Putin bantah sokong rezim Presiden Assad
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Rusia Vladimir Putin membantah telah menopang rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Putin menekankan, Moskow hanya berusaha mecegah perang sipil terus berlanjut di Suriah.
"Kami tidak mengkhawatirkan nasib Assad. Kami memahami, bahwa keluarga mereka telah berkuasa selama 40 tahun dan perubahan menjadi sebuah kebutuhan bagi Suriah," ungkap Putin seperti diberitakan dalam Israelnationalnews, Jumat (21/12/2012).
Ketika ditanya d imanakah posisi Rusia dalam perang Suriah, Putin mengatakan, pihak yang paling berhak menentukan nasib Suriah ke depanya adalah warga Suriah. Sementara Rusia tidak akan menyuruh Assad mundur dari jabatanya. "Hanya saja, kita harus mulai mencari cara untuk mengubah tatanan yang ada," ungkap Putin.
Selama 21 bulan perang saudara di Suriah, Rusia dengan setia mendukung Pemerintahan Assad dalam melawan kaum pemberontak. Putin telah menyerukan pada Pemerintah Suriah untuk segara mengelar dialog dengan kaum pemberontak. "Kami tidak ingin Suriah mengalami disintegrasi," ungkap Putin.
"Kami tidak mengkhawatirkan nasib Assad. Kami memahami, bahwa keluarga mereka telah berkuasa selama 40 tahun dan perubahan menjadi sebuah kebutuhan bagi Suriah," ungkap Putin seperti diberitakan dalam Israelnationalnews, Jumat (21/12/2012).
Ketika ditanya d imanakah posisi Rusia dalam perang Suriah, Putin mengatakan, pihak yang paling berhak menentukan nasib Suriah ke depanya adalah warga Suriah. Sementara Rusia tidak akan menyuruh Assad mundur dari jabatanya. "Hanya saja, kita harus mulai mencari cara untuk mengubah tatanan yang ada," ungkap Putin.
Selama 21 bulan perang saudara di Suriah, Rusia dengan setia mendukung Pemerintahan Assad dalam melawan kaum pemberontak. Putin telah menyerukan pada Pemerintah Suriah untuk segara mengelar dialog dengan kaum pemberontak. "Kami tidak ingin Suriah mengalami disintegrasi," ungkap Putin.
(esn)