Jika Netanyahu menang pemilu, Pelestina ancam tuntut Israel
Jum'at, 21 Desember 2012 - 15:26 WIB
Jika Netanyahu menang pemilu, Pelestina ancam tuntut Israel
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Otoritas Pelestina mengancam akan mengambil serangakaian tindakan, termasuk mengajukan tuntutan terhadap Israel jika Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kembali menang dalam pemilu Israel, Januari mendatang.
"Otoritas Palestina akan memanfaatkan peningkatan status keanggotaan Palestina di PBB untuk mengajukan keluhan kepada Pengadilan Internasional atas kejahatan perang yang dilakukan Israel terhadap Palestina," ungkap Hussam Zumlot, Pejabat Otoritas Pelestina, seperti dilansir dalam Israelnationalnews.
Zumlot mengatakan, 2013 akan menjadi tahun yang baru bagi jalur politik Palestina. "Akan ada aturan baru yang akan ditetapkan seputar hubungan Palestina dan Israel,"
Zumlot menuturkan, selain akan mengajukan Israel ke Pengadilan Internasional, Otoritas Palestina juga mempertimbangkan untuk menggelar aksi demosntrasi besar-besaran terhadap Isreal di Judea dan Samaria. Demonstrasi ini dilakukan guna mengakhiri kerja sama keamanan dengan IDF dan menuntut komunitas internasional memberlakukan sanksi terhadap Israel.
"Kami harus mempersiapkan diri untuk sebuah pertempuran yang panjang dan sulit. Dan, kami akan menggunakan semua alat politik yang tersedia," ungkap Yasser Abed Rabbo, Sekretaris Jenderal Palestina.
Seperti diketahui, Palestina menyalahkan Netanyahu atas kebuntuan perundiangan damai dengan Palestina. Palestina menolak beruding dengan Israel, karena mereka meminta perundingan dimulai dari titik nol, tidak melanjutkan perundingan di era Mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert.
"Otoritas Palestina akan memanfaatkan peningkatan status keanggotaan Palestina di PBB untuk mengajukan keluhan kepada Pengadilan Internasional atas kejahatan perang yang dilakukan Israel terhadap Palestina," ungkap Hussam Zumlot, Pejabat Otoritas Pelestina, seperti dilansir dalam Israelnationalnews.
Zumlot mengatakan, 2013 akan menjadi tahun yang baru bagi jalur politik Palestina. "Akan ada aturan baru yang akan ditetapkan seputar hubungan Palestina dan Israel,"
Zumlot menuturkan, selain akan mengajukan Israel ke Pengadilan Internasional, Otoritas Palestina juga mempertimbangkan untuk menggelar aksi demosntrasi besar-besaran terhadap Isreal di Judea dan Samaria. Demonstrasi ini dilakukan guna mengakhiri kerja sama keamanan dengan IDF dan menuntut komunitas internasional memberlakukan sanksi terhadap Israel.
"Kami harus mempersiapkan diri untuk sebuah pertempuran yang panjang dan sulit. Dan, kami akan menggunakan semua alat politik yang tersedia," ungkap Yasser Abed Rabbo, Sekretaris Jenderal Palestina.
Seperti diketahui, Palestina menyalahkan Netanyahu atas kebuntuan perundiangan damai dengan Palestina. Palestina menolak beruding dengan Israel, karena mereka meminta perundingan dimulai dari titik nol, tidak melanjutkan perundingan di era Mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert.
(esn)