Keturunan suku Maya tak percaya ramalan kiamat
Kamis, 20 Desember 2012 - 22:57 WIB
Keturunan suku Maya tak percaya ramalan kiamat
A
A
A
Sindonews.com – Di saat dunia tengah dihebohkan dengan ramalan kuno suku Maya, yang menyebut kiamat akan terjadi pada Jumat 21 Desember, keturunan suku Maya yang saat ini hidup di dunia modern justru tak mempercayai ramalan leluhur mereka.
"Ini adalah kegilaan," kata Vera Rodriguez (29), seorang psikolog yang juga keturunan suku Maya. Vera tinggal di Izamal, negara bagian Yucatan, dekat situs Chichen Itza, situs kuno suku Maya di Meksiko. "Saya pikir ramalan itu buruk bagi masyarakat kita dan budaya kita," lanjut Vera, seperti dikutip dari the telegraph, Kamis (20/12/2012).
"Kami tidak percaya hal itu," kata Socorro Poot (41), seorang ibu rumah tangga yang juga keturunan suku Maya. Poot yang memiliki tiga anak ini tinggal di Holca, sebuah desa yang terletak 25 km dari Chichen Itza. "Tidak ada yang tahu hari dan jam kiamat akan terjadi. Hanya Tuhan yang tahu," tandasnya.
Meski keturunan langsung suku Maya kuno tak mempercayai ramalan ini, tapi di seluruh penjuru dunia masih banyak orang yang percaya. Apa pun juga, ramalan ini telah meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Meksiko, khususnya ke situs Chichen Itza.
Pemerintah Meksiko memperkirakan ada sekitar 50 juta wisatawan dari dalam dan luar negeri yang mengunjungi selatan Meksiko sepanjang 2012. Tepat di hari ramalan kiamat terjadi, Pemerintah Meksiko memprediksi akan ada 200 ribu orang yang mengunjungi Chicen Itza.
"Ini adalah kegilaan," kata Vera Rodriguez (29), seorang psikolog yang juga keturunan suku Maya. Vera tinggal di Izamal, negara bagian Yucatan, dekat situs Chichen Itza, situs kuno suku Maya di Meksiko. "Saya pikir ramalan itu buruk bagi masyarakat kita dan budaya kita," lanjut Vera, seperti dikutip dari the telegraph, Kamis (20/12/2012).
"Kami tidak percaya hal itu," kata Socorro Poot (41), seorang ibu rumah tangga yang juga keturunan suku Maya. Poot yang memiliki tiga anak ini tinggal di Holca, sebuah desa yang terletak 25 km dari Chichen Itza. "Tidak ada yang tahu hari dan jam kiamat akan terjadi. Hanya Tuhan yang tahu," tandasnya.
Meski keturunan langsung suku Maya kuno tak mempercayai ramalan ini, tapi di seluruh penjuru dunia masih banyak orang yang percaya. Apa pun juga, ramalan ini telah meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Meksiko, khususnya ke situs Chichen Itza.
Pemerintah Meksiko memperkirakan ada sekitar 50 juta wisatawan dari dalam dan luar negeri yang mengunjungi selatan Meksiko sepanjang 2012. Tepat di hari ramalan kiamat terjadi, Pemerintah Meksiko memprediksi akan ada 200 ribu orang yang mengunjungi Chicen Itza.
(esn)