Dua warga Rusia dihargai 700 ribu dollar AS
Kamis, 20 Desember 2012 - 15:27 WIB
Dua warga Rusia dihargai 700 ribu dollar AS
A
A
A
Sindonews.com – Sekelompok penculik Suriah meminta uang tebusan sebesar 700 ribu dollar AS untuk membebaskan dua warga Rusia dan Itali yang diculik pasa 17 Desember lalu di dekat pelabuhan Latakia.
"Sumber diplomatik Moscow mengatakan penculik Suriah meminta uang tebusan sebesar 50 juta Pound Suriah (sekira 700 ribu dollar AS),"seperti diberitakan dalam harian Kommersant, Kamis (20/12/2012).
Sumber Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, V. Gorelov dan Abdessattar Khassun diculik pada 17 Desember lalu. Keduanya diculik bersamaan dengan Mario Belluomo, warga Italia saat melintasi jalan raya Tartus dan Homs.
Kemlu Rusia memperoleh informasi mengenai penculikan ini dari pabrik baja Hmisho, tempat ketiga orang tersebut bekerja. Sebelumnya, perusahaan Hmisho mendapat sebuah panggilan telepon dari orang yang tidak dikenal, mereka mengaku telah menculik tiga staff dan meminta sejumlah uang tebusan.
Menanggapi perilah penculikan tersebut, Haitham al-Maleh, seorang pemimpin oposisi Suriah mengatakan,”Warga Rusia merupaka target penculikan yang sah bagi militan Suriah karena mereka telah memberikan dukungan pada Presiden Suriah, Bashar al-Assad.”
"Sumber diplomatik Moscow mengatakan penculik Suriah meminta uang tebusan sebesar 50 juta Pound Suriah (sekira 700 ribu dollar AS),"seperti diberitakan dalam harian Kommersant, Kamis (20/12/2012).
Sumber Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, V. Gorelov dan Abdessattar Khassun diculik pada 17 Desember lalu. Keduanya diculik bersamaan dengan Mario Belluomo, warga Italia saat melintasi jalan raya Tartus dan Homs.
Kemlu Rusia memperoleh informasi mengenai penculikan ini dari pabrik baja Hmisho, tempat ketiga orang tersebut bekerja. Sebelumnya, perusahaan Hmisho mendapat sebuah panggilan telepon dari orang yang tidak dikenal, mereka mengaku telah menculik tiga staff dan meminta sejumlah uang tebusan.
Menanggapi perilah penculikan tersebut, Haitham al-Maleh, seorang pemimpin oposisi Suriah mengatakan,”Warga Rusia merupaka target penculikan yang sah bagi militan Suriah karena mereka telah memberikan dukungan pada Presiden Suriah, Bashar al-Assad.”
(esn)