Pemberontak takut militer Suriah gunakan senjata kimia
Rabu, 19 Desember 2012 - 20:15 WIB
Pemberontak takut militer Suriah gunakan senjata kimia
A
A
A
Sindonews.com - Salim Idris, Jendral Suriah yang membelot dan menjadi komandan pemberontak Suriah mengaku sangat takut dengan senjata kimia milik pemerintah Suriah.
"Kami sangat takut jika pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia untuk melawan pemberontak saat posisi mereka sudah sangat terpojok," ungkap Idris seperti diberitakan dalam Iol, Rabu (19/12/2012).
Idris menambahkan pemberontak terus melakukan pemantauan terhadap keberadaan senjata kimia tersebut, tapi kami sama sekali tidak berniat untuk merampas dan mengamankan senjata kimia tersebut.
"Presiden Suriah Bashar al-Assad merupakan boneka, pembuat keputusan yang sebenarnya adalah orang yang kelompok minoritas Alawite. Sampai kapan pun pemeirntah Suriah tidak akan bersedia menyerahkan kekuasan begitu saja pada rakyat Suriah," ungkap Idris.
Sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat (AS) telah menyatakan rasa khawatirnya pada kemungkinan penggunaan senjata kimia dalam perang saudara di Suriah. Presiden AS Barack Obama dan para pemimpin NATO lainnya telah memperingatkan Pemerintah Suriah, bahwa menggunakan senjata kimia akan menyeberangi garis merah dan memiliki konsekuensi tersendiri.
Hingga kini, perang saudara di Suriah telah berlangsung selama 20 bulan. Selama kurun itu, sudah 40 ribu lebih korban tewas. Hingga kini, belum ada tanda-tanda konflik di Suriah akan mereda.
"Kami sangat takut jika pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia untuk melawan pemberontak saat posisi mereka sudah sangat terpojok," ungkap Idris seperti diberitakan dalam Iol, Rabu (19/12/2012).
Idris menambahkan pemberontak terus melakukan pemantauan terhadap keberadaan senjata kimia tersebut, tapi kami sama sekali tidak berniat untuk merampas dan mengamankan senjata kimia tersebut.
"Presiden Suriah Bashar al-Assad merupakan boneka, pembuat keputusan yang sebenarnya adalah orang yang kelompok minoritas Alawite. Sampai kapan pun pemeirntah Suriah tidak akan bersedia menyerahkan kekuasan begitu saja pada rakyat Suriah," ungkap Idris.
Sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat (AS) telah menyatakan rasa khawatirnya pada kemungkinan penggunaan senjata kimia dalam perang saudara di Suriah. Presiden AS Barack Obama dan para pemimpin NATO lainnya telah memperingatkan Pemerintah Suriah, bahwa menggunakan senjata kimia akan menyeberangi garis merah dan memiliki konsekuensi tersendiri.
Hingga kini, perang saudara di Suriah telah berlangsung selama 20 bulan. Selama kurun itu, sudah 40 ribu lebih korban tewas. Hingga kini, belum ada tanda-tanda konflik di Suriah akan mereda.
(esn)