Israel lanjutkan pembangunan 6 ribu rumah di wilayah perbatasan
Rabu, 19 Desember 2012 - 14:49 WIB
Israel lanjutkan pembangunan 6 ribu rumah di wilayah perbatasan
A
A
A
Sindonews.com - Israel akan meneruskan rencana pembangunan 6.000 rumah di wilayah yang diklaim sebagai milik Palestina. "Hari ini panel akan mulai melanjutkan pembahasan pembangunan 4.500 rumah di dua wilayah pemukiman lainnya, yakni Givat Hamatos dan Gilo," ungkap Efrat Orbach, Juru Bicara Kementrian Dalam Negeri Israel.
Langkah tersebut merupakan kelanjutan atas putusan Kementrian Dalam Negeri Israel yang meyetujui pembangunan 1.500 rumah di wilayah Ramat Shlomo. Wakil Perdana Menteri Israel, Moshe Yaalon dalam sebuah wawancara dengan Radio Tentara Isreal mengatakan, perluasan pembangunan di wilayah Yarusalem akan terus dilakukan.
Hal ini dilakukan karena negara Barat gagal membujuk Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk menghentikan upaya peningkatan status Palestina di PBB. Yaalon dalam kesempatan tersebut juga menepis kecaman internasional atas keputusan pemerintah Israel yang akan melanjutkan pembangunan ribuan rumah di perbatasan Israel dan Palestina.
"Dunia secara langsung mengutuk semua pembangunan di jalur Hijau, tapi kami tetap melanjutkan pebangunan tersebut," terang Yaalon.
Pemerintahan Benjamin Netanyahu mengatakan, masalah perbatasan antara Palestina dan Israel harus diselesaikan melalui negosiasi langsung. Sejumlah pejabat Isreal menyakini, bahwa Presiden Palestina mundur dari perundiangan dengan Israel dua tahun lalu karena enggan menggelar kompromi yang pada akhirnya tidak akan memperluas wilayah Palestina.
Langkah tersebut merupakan kelanjutan atas putusan Kementrian Dalam Negeri Israel yang meyetujui pembangunan 1.500 rumah di wilayah Ramat Shlomo. Wakil Perdana Menteri Israel, Moshe Yaalon dalam sebuah wawancara dengan Radio Tentara Isreal mengatakan, perluasan pembangunan di wilayah Yarusalem akan terus dilakukan.
Hal ini dilakukan karena negara Barat gagal membujuk Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk menghentikan upaya peningkatan status Palestina di PBB. Yaalon dalam kesempatan tersebut juga menepis kecaman internasional atas keputusan pemerintah Israel yang akan melanjutkan pembangunan ribuan rumah di perbatasan Israel dan Palestina.
"Dunia secara langsung mengutuk semua pembangunan di jalur Hijau, tapi kami tetap melanjutkan pebangunan tersebut," terang Yaalon.
Pemerintahan Benjamin Netanyahu mengatakan, masalah perbatasan antara Palestina dan Israel harus diselesaikan melalui negosiasi langsung. Sejumlah pejabat Isreal menyakini, bahwa Presiden Palestina mundur dari perundiangan dengan Israel dua tahun lalu karena enggan menggelar kompromi yang pada akhirnya tidak akan memperluas wilayah Palestina.
(esn)