Suriah: Sanksi AS & UE membuat rakyat semakin menderita
Minggu, 16 Desember 2012 - 15:53 WIB
Suriah: Sanksi AS & UE membuat rakyat semakin menderita
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Suriah menyalahkan Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) atas penderitaan lebih lanjut pada penduduk Suriah, Sabtu (15/12/2012).
"AS dan UE bersalah karena telah membuat rakyat Suriah hidup lebih menderita. Mereka telah menjatuhkan sanksi yang membuat hidup rakyat Suriah menjadi lebih menderita," ungkap Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moallem.
Moallem yang ditemani oleh Wakil Menteri Rekonsiliaisi Suriah, Ali Haidar bertemu dengan Valerie Amos, Sekjen PBB untuk urusan kemanusiaan. "Suriah mendesak PBB untuk mengutuk sansi AS dan UE, serta menyerukan pencabutan sanksi bagi Suriah," ungkap Moallem pada Amos.
"Kami berharap PBB dapat bekerja sama dengan Suriah untuk membangun kembali apa yang telah hancur oleh kelompok-kelompok teroris bersenjata," lanjut Moallem, seperti dilansir Xinhua, Minggu (16/12/2012).
"Suriah bersedia bekerjasama dengan PBB untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Suriah yang menderita akibat perang antara militer melawan teroris," imbuh Moallem.
Sementara itu, Wakil Menteri Rekonsiliaisi Suriah, Ali Haidar mengatakan, lembaga internasional telah gagal untuk menyediakan kebutuhan bagi rakyat Suriah dan hanya berkutat pada politik bantuan kemanusiaan.
"Kami meminta PBB bekerjasama dengan pemerintah Suriah untuk meningkatkan kerjasama dengan seluruh warga Suriah tanpa terkecuali. Suriah bekerja akan sama dengan pihak internasional, jika mereka menunjukan kepentingan sebenarnya," ungkap Haidar.
Pemerintah Suriah mengatakan, bantuan internasional yang disalurkan oleh Bulan Sabit Merah dan Kementerian Rekonsiliasi bagi warga Suriah telah disita oleh kelompok bersenjata.
"AS dan UE bersalah karena telah membuat rakyat Suriah hidup lebih menderita. Mereka telah menjatuhkan sanksi yang membuat hidup rakyat Suriah menjadi lebih menderita," ungkap Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moallem.
Moallem yang ditemani oleh Wakil Menteri Rekonsiliaisi Suriah, Ali Haidar bertemu dengan Valerie Amos, Sekjen PBB untuk urusan kemanusiaan. "Suriah mendesak PBB untuk mengutuk sansi AS dan UE, serta menyerukan pencabutan sanksi bagi Suriah," ungkap Moallem pada Amos.
"Kami berharap PBB dapat bekerja sama dengan Suriah untuk membangun kembali apa yang telah hancur oleh kelompok-kelompok teroris bersenjata," lanjut Moallem, seperti dilansir Xinhua, Minggu (16/12/2012).
"Suriah bersedia bekerjasama dengan PBB untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Suriah yang menderita akibat perang antara militer melawan teroris," imbuh Moallem.
Sementara itu, Wakil Menteri Rekonsiliaisi Suriah, Ali Haidar mengatakan, lembaga internasional telah gagal untuk menyediakan kebutuhan bagi rakyat Suriah dan hanya berkutat pada politik bantuan kemanusiaan.
"Kami meminta PBB bekerjasama dengan pemerintah Suriah untuk meningkatkan kerjasama dengan seluruh warga Suriah tanpa terkecuali. Suriah bekerja akan sama dengan pihak internasional, jika mereka menunjukan kepentingan sebenarnya," ungkap Haidar.
Pemerintah Suriah mengatakan, bantuan internasional yang disalurkan oleh Bulan Sabit Merah dan Kementerian Rekonsiliasi bagi warga Suriah telah disita oleh kelompok bersenjata.
(esn)