Rusia kaget, AS akui oposisi Suriah
Rabu, 12 Desember 2012 - 19:50 WIB
Rusia kaget, AS akui oposisi Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Rusia mengaku terkejut dengan sikap Amerika Serikat (AS) yang mengakui keeradaan Dewan Oposisi Suriah. “Saya agak terkejut setelah mengetahui hal ini,” kata Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mengatakan dalam komentar yang disiarkan televisi nasional Rusia, Rabu (12/12/2012).
Menurutnya, saat ini Washington bertaruh pada kemenangan kaum pemberontak di konflik Suriah.
"AS telah memutuskan untuk menempatkan semua taruhan pada kemenangan bersenjata dari Koalisi Nasional Suriah," tambahnya.
Setelah komentar dukungan yang dilontarkan Presiden AS Barack Obama, Rusia kini akan meminta AS untuk menentukan bagaimana sikap mereka terhadap oposisi Suriah. Menurut Lavrov, pengakuan AS terhadap opisisi Suriah itu bertentangan dengan perjanjian sebelumnya soal krisis Suriah .
Dia mengatakan, Moskow percaya bahwa Washington memahami perlunya perundingan penuh yang akan mencakup perwakilan dari Pemerintah Suriah. "Jadi bagi kami, ini (pengakuan) adalah sebuah kejadian tak terduga dan kami akan menanyakan apa sebenarnya yang AS inginkan," tambah Lavrov.
Satu bulan sebelumnya, Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev mengecam pengakuan dan dukungan yang diberikan oleh Perancis dan negara-negara lain pada kaum oposisi Suriah.
Menurutnya, saat ini Washington bertaruh pada kemenangan kaum pemberontak di konflik Suriah.
"AS telah memutuskan untuk menempatkan semua taruhan pada kemenangan bersenjata dari Koalisi Nasional Suriah," tambahnya.
Setelah komentar dukungan yang dilontarkan Presiden AS Barack Obama, Rusia kini akan meminta AS untuk menentukan bagaimana sikap mereka terhadap oposisi Suriah. Menurut Lavrov, pengakuan AS terhadap opisisi Suriah itu bertentangan dengan perjanjian sebelumnya soal krisis Suriah .
Dia mengatakan, Moskow percaya bahwa Washington memahami perlunya perundingan penuh yang akan mencakup perwakilan dari Pemerintah Suriah. "Jadi bagi kami, ini (pengakuan) adalah sebuah kejadian tak terduga dan kami akan menanyakan apa sebenarnya yang AS inginkan," tambah Lavrov.
Satu bulan sebelumnya, Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev mengecam pengakuan dan dukungan yang diberikan oleh Perancis dan negara-negara lain pada kaum oposisi Suriah.
(esn)