AS serukan berbagai pihak di Mesir untuk berdialog
Rabu, 05 Desember 2012 - 21:28 WIB
AS serukan berbagai pihak di Mesir untuk berdialog
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton mendesak Mesir untuk melakukan dialog guna membahas perbedaan konstitusi baru di negara itu. "Kekacauan yang kita lihat sekarang di jalan-jalan Kairo dan kota-kota lain menunjukkan bahwa dibutuhkan dialog di Mesir," kata Hillary dalam konferensi pers di Brussels, Belgia, Rabu (5/12/2012.
Menurutnya, kebutuhan dialog ini sangat mendesak dan harus dilakukan dua arah. "Perlu dialog dua arah, bukan satu sisi berbicara di sisi lain. Pertukaran informasi ini perlu dilakukan untuk menghormati pandangan dan kekhawatiran di kalangan orang Mesir sendiri tentang proses konstitusi dan substansi konstitusi," lanjutnya.
Kondisi di Mesir memang kian memanas. Aksi demo datang silih berganti, baik yang dilakukan kubu pendukung Presiden Mohamed Morsi, maupun dari kalangan sekuler yang menentang Morsi.
Pada Selasa 4 Desember, Morsi sampai merasa perlu meninggalkan Istana Kepresidenan karena lebih dari 10 ribu demonstran mengepung Istana Kepresidenan Mesir. Para demonstran melempari istana dengan batu. Namun, pada Rabu pagi, saat demonstran sudah membubarkan diri, Morsi kembali ke kantornya.
Menurutnya, kebutuhan dialog ini sangat mendesak dan harus dilakukan dua arah. "Perlu dialog dua arah, bukan satu sisi berbicara di sisi lain. Pertukaran informasi ini perlu dilakukan untuk menghormati pandangan dan kekhawatiran di kalangan orang Mesir sendiri tentang proses konstitusi dan substansi konstitusi," lanjutnya.
Kondisi di Mesir memang kian memanas. Aksi demo datang silih berganti, baik yang dilakukan kubu pendukung Presiden Mohamed Morsi, maupun dari kalangan sekuler yang menentang Morsi.
Pada Selasa 4 Desember, Morsi sampai merasa perlu meninggalkan Istana Kepresidenan karena lebih dari 10 ribu demonstran mengepung Istana Kepresidenan Mesir. Para demonstran melempari istana dengan batu. Namun, pada Rabu pagi, saat demonstran sudah membubarkan diri, Morsi kembali ke kantornya.
(esn)