Inggris pertimbangkan tarik mundur diplomat dari Israel
Senin, 03 Desember 2012 - 19:12 WIB
Inggris pertimbangkan tarik mundur diplomat dari Israel
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Inggris sedang mempertibangkan pemangilan Duta Besar Inggris untuk Israel. Hal ini akan dilakukan sebagai bentuk protes terhadap keputusan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang akan melanjutkan pembangunan pemukiman di kawasan E1.
"London sedang mempertimbangkan apakah dalam beberapa hari mendatang akan menarik Duta Besarnya dari Israel. Langkah ini dilakukan karena Israel berniat melanjutkan pembangunan 3 ribu unit rumah baru di Yarusalem dan di Tepi Barat," ungkap seorang sumber London, seperti dikutip dari Jerusalem Post, Senin (3/12/2012).
Mantan Kepala staf Presiden Amerika Serikat (AS), Rahm Emanuel dalam forum Saban, di Washington DC menilai, sikap Netanyahu sangat tidak terduga dan dia tidak lagi menghormati Presiden AS. "Sungguh mengecewakan, seorang PM seperti Netanyahu memerintahkan hal itu," ungkap Emanuel.
Tak hanya AS, Perancis juga kecewa dengan keputusan Netanyahu itu. Namun, Perancis menepis laporan soal penarikan mundur Duta Besar Perancis untuk Israel. "Ada cara lain untuk menyatakan rasa tidak setuju kami dengan rencana pemerintah Israel," ungkap Pejabat Kemenlu Perancis.
Seprti diketahui, akhir pekan lalu Pejabat Israel mengatakan, Pemerintah negara Yahudi itu setuju melanjutkan pembangunan 3 ribu unit rumah baru di wilayah E1, yaitu Yarusalem dan di Tepi Barat. Keputusan tersebut datang setelah PBB menerima permintaan Palestina untuk meningkatkan status menjadi Negara Pengamat Non Anggota di PBB.
"London sedang mempertimbangkan apakah dalam beberapa hari mendatang akan menarik Duta Besarnya dari Israel. Langkah ini dilakukan karena Israel berniat melanjutkan pembangunan 3 ribu unit rumah baru di Yarusalem dan di Tepi Barat," ungkap seorang sumber London, seperti dikutip dari Jerusalem Post, Senin (3/12/2012).
Mantan Kepala staf Presiden Amerika Serikat (AS), Rahm Emanuel dalam forum Saban, di Washington DC menilai, sikap Netanyahu sangat tidak terduga dan dia tidak lagi menghormati Presiden AS. "Sungguh mengecewakan, seorang PM seperti Netanyahu memerintahkan hal itu," ungkap Emanuel.
Tak hanya AS, Perancis juga kecewa dengan keputusan Netanyahu itu. Namun, Perancis menepis laporan soal penarikan mundur Duta Besar Perancis untuk Israel. "Ada cara lain untuk menyatakan rasa tidak setuju kami dengan rencana pemerintah Israel," ungkap Pejabat Kemenlu Perancis.
Seprti diketahui, akhir pekan lalu Pejabat Israel mengatakan, Pemerintah negara Yahudi itu setuju melanjutkan pembangunan 3 ribu unit rumah baru di wilayah E1, yaitu Yarusalem dan di Tepi Barat. Keputusan tersebut datang setelah PBB menerima permintaan Palestina untuk meningkatkan status menjadi Negara Pengamat Non Anggota di PBB.
(esn)