Tak Berambisi Akui Palestina, Inggris dan Kanada Hanya Jatuhkan Sanksi ke 2 Menteri Israel

Rabu, 11 Juni 2025 - 15:24 WIB
loading...
Tak Berambisi Akui Palestina,...
Ben Gvir dan Bezalel Smotrich merupakan dua menteri sayap kanan Israel yang mendapatkan sanksi dari Barat. Foto/X/@Awesome_Jew_
A A A
GAZA - Inggris, Kanada, dan sekutu lainnya mengumumkan sanksi terhadap dua menteri pemerintah garis keras Israel karena berulang kali "menghasut kekerasan terhadap warga Palestina . Itu menjadi sebuah langkah bersama yang tegas yang muncul di tengah meningkatnya kecaman Barat atas tindakan Israel di Tepi Barat dan Gaza yang diduduki.

Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich akan menghadapi larangan bepergian dan pembekuan aset.

Ben Gvir dan Smotrich sama-sama memimpin partai politik sayap kanan yang membantu menjaga koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang rapuh agar tetap bertahan. Kedua pria tersebut telah menghadapi kritik atas komentar mereka yang menghasut tentang Tepi Barat yang diduduki serta posisi mereka tentang perang di Gaza.

Sanksi tersebut sedang dilaksanakan bersama oleh Australia, Kanada, Selandia Baru, Norwegia, dan Inggris, menurut pernyataan bersama oleh menteri luar negeri kelima negara tersebut.

“Kami berkomitmen teguh pada solusi dua negara yang merupakan satu-satunya cara untuk menjamin keamanan dan martabat bagi warga Israel dan Palestina serta memastikan stabilitas jangka panjang di kawasan tersebut, tetapi hal itu terancam oleh kekerasan pemukim ekstremis dan perluasan permukiman,” kata pernyataan bersama tersebut, dilansir CNN.

Baca Juga: Konflik Trump - Musk Memanas, Perang Alien Vs Predator Dimulai?

"Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich telah memicu kekerasan ekstremis dan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia Palestina. Retorika ekstremis yang menganjurkan pemindahan paksa warga Palestina dan pembangunan permukiman baru Israel sangat mengerikan dan berbahaya," pernyataan itu menambahkan. "Kami telah melibatkan Pemerintah Israel dalam masalah ini secara ekstensif, namun pelaku kekerasan terus bertindak dengan dorongan dan impunitas."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Ukraina Minta ke Rusia...
Ukraina Minta ke Rusia Perang Dibatasi di 4 Wilayah Saja, Terpojok?
Rekomendasi
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Rekam Jejak Paraguay,...
Rekam Jejak Paraguay, Spesialis Adu Penalti yang Pulangkan Jerman di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Infografis
Hanya 2 Kapal Perusak...
Hanya 2 Kapal Perusak Angkatan Laut Inggris yang Bisa Beroperasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved