Jalan layang runtuh di Bangladesh, 11 tewas
Minggu, 25 November 2012 - 21:28 WIB
Jalan layang runtuh di Bangladesh, 11 tewas
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya 11 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka ketika sebuah jalan layang yang sedang dibangun, runtuh secara tiba-tiba, Minggu (25/11/2012). Peristiwa ini terjadi di Chittagong, kota terbesar kedua yang terletak di Tenggara Bangladesh.
"Sejauh ini, kami sudah menemukan 11 mayat. Jumlah korban tewas mungkin meningkat,” kata Mirazuddin Ahmed, Wakil Komisaris Chittagong Metropolitan Police. Menurutnya, hingga kini tim penyelamat masih berupaya menyingkirkan tiang-tiang beton yang menimpa tubuh korban.
Menurut Polisi, sekitar 20 orang masih di bawah reruntuhan. Dalam insiden ini, tiga buah tiang beton yang masing-masing memiliki panjang 42 m, runtuh menimpa para pekerja. Tiang-tiang beton ini adalah penyangga jembatan layang tersebut.
Runtuhnya jembatan layang ini telah memicu kemarahan warga sekitar. Ratusan pengunjuk rasa turun ke jalan, mereka membakar kendaraan dan sebuah pos polisi.
Para pengunjuk rasa juga menyerang mobil pemadam kebakaran. Menurut masa, unit-unit pemadam kebakaran datang terlambat. Mereka juga membakar kantor dan peralatan perusahaan konstruksi yang membangun jembatan layang itu.
Polisi menembakkan gas air mata dan menggunakan tongkat untuk membubarkan pemrotes yang marah. Pasukan tentara bergabung dengan operasi penyelamatan, setelah petugas pemadam kebakaran mengalami kesulitan mencapai daerah karena kerumunan demonstran.
"Sejauh ini, kami sudah menemukan 11 mayat. Jumlah korban tewas mungkin meningkat,” kata Mirazuddin Ahmed, Wakil Komisaris Chittagong Metropolitan Police. Menurutnya, hingga kini tim penyelamat masih berupaya menyingkirkan tiang-tiang beton yang menimpa tubuh korban.
Menurut Polisi, sekitar 20 orang masih di bawah reruntuhan. Dalam insiden ini, tiga buah tiang beton yang masing-masing memiliki panjang 42 m, runtuh menimpa para pekerja. Tiang-tiang beton ini adalah penyangga jembatan layang tersebut.
Runtuhnya jembatan layang ini telah memicu kemarahan warga sekitar. Ratusan pengunjuk rasa turun ke jalan, mereka membakar kendaraan dan sebuah pos polisi.
Para pengunjuk rasa juga menyerang mobil pemadam kebakaran. Menurut masa, unit-unit pemadam kebakaran datang terlambat. Mereka juga membakar kantor dan peralatan perusahaan konstruksi yang membangun jembatan layang itu.
Polisi menembakkan gas air mata dan menggunakan tongkat untuk membubarkan pemrotes yang marah. Pasukan tentara bergabung dengan operasi penyelamatan, setelah petugas pemadam kebakaran mengalami kesulitan mencapai daerah karena kerumunan demonstran.
(esn)