Abbas: Peningkatan status Palestina di PBB upaya terakhir perdamaian
Minggu, 25 November 2012 - 20:05 WIB
Abbas: Peningkatan status Palestina di PBB upaya terakhir perdamaian
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas menegaskan, bahwa peningkatan status Palestina di PBB adalah upaya terakhir untuk menciptakan perdamaian di wilayah itu. Pernyataan ini disampaikan Abbas di Tepi Barat, Sabtu (24/11/2012).
"Pihak Palestina siap untuk kembali secepatnya ke meja perundingan guna mendapatkan keanggotaan negara Palestina," kata Abbas. "Ini mungkin kesempatan terakhir untuk membuat perdamaian di Timur Tengah," lanjut Abbas.
Sebelum pecah pertikaian antara Israel dengan militan Palestina dua pekan lalu, Abbas memang tengah giat-giatnya mencari dukungan ke negara-negara Eropa. Dukungan ini diperlukan agar Palestina bisa mendapat status sebagai negara pengamat non anggota di PBB.
Namun, saat pencarian dukungan tengah dilakukan, muncul pertikaian di Jalur Gaza. Upaya Abbas inipun seolah tenggelam di antara ledakan rudal di Jalur Gaza. Tak hanya itu, faksi-faksi di Palestina, seperti Hamas dan Jihad Islam juga menyatakan menolak memberi dukungan pada upaya Abbas ini.
Sebagian warga Palestina juga menganggap usaha Abbas mendapat pengakuan dari PBB sebagai hal yang sia-sia. Sebagian warga Palestina malah menunjuk Hamas sebagai jalan keluar dari penindasan yang mereka alami.
Meski begitu, Abbas mengaku tak akan surut langkah. "Tidak ada yang bisa mencegah kita dari mendapatkan keanggotaan lengkap di PBB," ungkap Abbas. Ia berjanji untuk mengajukan permintaan status Palestina pada 29 November mendatang.
"Pihak Palestina siap untuk kembali secepatnya ke meja perundingan guna mendapatkan keanggotaan negara Palestina," kata Abbas. "Ini mungkin kesempatan terakhir untuk membuat perdamaian di Timur Tengah," lanjut Abbas.
Sebelum pecah pertikaian antara Israel dengan militan Palestina dua pekan lalu, Abbas memang tengah giat-giatnya mencari dukungan ke negara-negara Eropa. Dukungan ini diperlukan agar Palestina bisa mendapat status sebagai negara pengamat non anggota di PBB.
Namun, saat pencarian dukungan tengah dilakukan, muncul pertikaian di Jalur Gaza. Upaya Abbas inipun seolah tenggelam di antara ledakan rudal di Jalur Gaza. Tak hanya itu, faksi-faksi di Palestina, seperti Hamas dan Jihad Islam juga menyatakan menolak memberi dukungan pada upaya Abbas ini.
Sebagian warga Palestina juga menganggap usaha Abbas mendapat pengakuan dari PBB sebagai hal yang sia-sia. Sebagian warga Palestina malah menunjuk Hamas sebagai jalan keluar dari penindasan yang mereka alami.
Meski begitu, Abbas mengaku tak akan surut langkah. "Tidak ada yang bisa mencegah kita dari mendapatkan keanggotaan lengkap di PBB," ungkap Abbas. Ia berjanji untuk mengajukan permintaan status Palestina pada 29 November mendatang.
(esn)