Iran: Rudal NATO di Turki tingkatkan ketegangan
Minggu, 25 November 2012 - 18:27 WIB
Iran: Rudal NATO di Turki tingkatkan ketegangan
A
A
A
Sindonews.com - Iran mengaku sangat khawatir dengan penempatan rudal Patriot milik NATO di daerah perbatasan Turki-Suriah. Menurut Iran, penempatan rudal ini akan meningkatkan ketegangan di kawasan itu.
Turki sendiri memang sudah mengajukan permohonan pada NATO untuk menempatkan rudal Patriot di wilayah mereka. Penempatan rudal Patriot ini dimaksudkan untuk menopang keamanan di perbatasan Turki-Suriah yang memiliki panjang 900 km.
Sebelumnya, sempat beberapa kali altiteri dari Suriah masuk ke wilayah Turki dan menyebabkan beberapa warga Turki terluka. Dampak perang saudara di Suriah memang dirasakan beberapa negara tetangga mereka, seperti Turki dan Israel.
"Instalasi sistem rudal di wilayah ini memiliki efek negatif dan akan mengintensifkan masalah di wilayah tersebut," kata Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani yang baru kembali dari ke Suriah, Libanon, dan Turki pada Sabtu (24/11/2012) malam.
Ramin Mehmanparast, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengatakan kepada Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA), Minggu (25/11/2012), bahwa penempatan rudal Patriot di wilayah itu adalah sebuah kesalahan.
“Hal itu tidak akan membantu memecahkan situasi di Suriah. Penempatan rudal hanya benar-benar akan membuat situasi menjadi lebih sulit dan rumit,” kata Mehmanparast.
Suriah sendiri telah menyebut permintaan Turki pada NATO untuk rudal Patriot adalah sikap provokatif. Sementara Rusia mengatakan, langkah tersebut dapat meningkatkan risiko konflik di wilayah tersebut.
Turki sendiri memang sudah mengajukan permohonan pada NATO untuk menempatkan rudal Patriot di wilayah mereka. Penempatan rudal Patriot ini dimaksudkan untuk menopang keamanan di perbatasan Turki-Suriah yang memiliki panjang 900 km.
Sebelumnya, sempat beberapa kali altiteri dari Suriah masuk ke wilayah Turki dan menyebabkan beberapa warga Turki terluka. Dampak perang saudara di Suriah memang dirasakan beberapa negara tetangga mereka, seperti Turki dan Israel.
"Instalasi sistem rudal di wilayah ini memiliki efek negatif dan akan mengintensifkan masalah di wilayah tersebut," kata Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani yang baru kembali dari ke Suriah, Libanon, dan Turki pada Sabtu (24/11/2012) malam.
Ramin Mehmanparast, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengatakan kepada Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA), Minggu (25/11/2012), bahwa penempatan rudal Patriot di wilayah itu adalah sebuah kesalahan.
“Hal itu tidak akan membantu memecahkan situasi di Suriah. Penempatan rudal hanya benar-benar akan membuat situasi menjadi lebih sulit dan rumit,” kata Mehmanparast.
Suriah sendiri telah menyebut permintaan Turki pada NATO untuk rudal Patriot adalah sikap provokatif. Sementara Rusia mengatakan, langkah tersebut dapat meningkatkan risiko konflik di wilayah tersebut.
(esn)