Ingin kibarkan bendera Hamas, warga Palestina ditembak Israel
Jum'at, 23 November 2012 - 19:25 WIB
Ingin kibarkan bendera Hamas, warga Palestina ditembak Israel
A
A
A
Sindonews.com – Hamas menuduh Israel telah melanggar gencatan senjata dan akan menghubungi mediator di Kairo, Mesir untuk membahas hal ini. Seperti dikutip dari Jpost, Jumat (23/11/2012), Israel Defense Froces (IDF) menembak mati seorang warga sipil Palestina di Jalur Gaza, Anwar Qdeih (23).
Paramedis mengatakan, Qdeih ditembak di bagian kepala dan langsung tewas di tempat kejadian. Ia ditembak saat mendekati pagar keamanan di perbatasan Jalur Gaza. Israel memang telah menyatakan, daerah ini sebagai zona terlarang bagi warga Palestina.
“Qdeih berusaha untuk memasang bendera Hamas di pagar pembatas. Seorang tentara Israel telah melepaskan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali, sebelum akhirnya menembak kepala Qdeih,” ujar seorang kerabat Qdeih yang berada di tempat kejadian.
Selain Qdeih, beberapa warga Palestina juga terluka dalam persitiwa ini. Pada Jumat, ada 7 warga Palestina yang ditembak Israel, sementara satu hari sebelumnya satu orang terluka. Qdeh adalah korban tewas pertama pasca tercapainya gencatan senjata antara militan Palestina dengan Israel, Rabu (21/11/2012).
IDF sendiri mengaku sedang menyelidiki insiden itu. Namun mereka menyatakan, bahwa tembakan peringatan ke udara telah dilakukan sebelum tentara menembak mati Qdeh.
Avital Leibovich, Juru Bicara IDF, menulis di akun twitter-nya pada Jumat pagi, bahwa warga Palestina berusaha menerobos pagar pengamanan di Jalur Gaza. “Sekarang, pada sisi perbatasan Gaza, puluhan warga Palestina melemparkan batu, karena mereka berusaha untuk melanggar pagar perbatasan," tulis Leibovich.
Juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, mengatakan, pihaknya akan segera bertindak atas kasus ini. "Kami akan menghubungi mediator gencatan senjata di Mesir untuk membahas insiden tersebut," ujar Zuhri.
Paramedis mengatakan, Qdeih ditembak di bagian kepala dan langsung tewas di tempat kejadian. Ia ditembak saat mendekati pagar keamanan di perbatasan Jalur Gaza. Israel memang telah menyatakan, daerah ini sebagai zona terlarang bagi warga Palestina.
“Qdeih berusaha untuk memasang bendera Hamas di pagar pembatas. Seorang tentara Israel telah melepaskan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali, sebelum akhirnya menembak kepala Qdeih,” ujar seorang kerabat Qdeih yang berada di tempat kejadian.
Selain Qdeih, beberapa warga Palestina juga terluka dalam persitiwa ini. Pada Jumat, ada 7 warga Palestina yang ditembak Israel, sementara satu hari sebelumnya satu orang terluka. Qdeh adalah korban tewas pertama pasca tercapainya gencatan senjata antara militan Palestina dengan Israel, Rabu (21/11/2012).
IDF sendiri mengaku sedang menyelidiki insiden itu. Namun mereka menyatakan, bahwa tembakan peringatan ke udara telah dilakukan sebelum tentara menembak mati Qdeh.
Avital Leibovich, Juru Bicara IDF, menulis di akun twitter-nya pada Jumat pagi, bahwa warga Palestina berusaha menerobos pagar pengamanan di Jalur Gaza. “Sekarang, pada sisi perbatasan Gaza, puluhan warga Palestina melemparkan batu, karena mereka berusaha untuk melanggar pagar perbatasan," tulis Leibovich.
Juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, mengatakan, pihaknya akan segera bertindak atas kasus ini. "Kami akan menghubungi mediator gencatan senjata di Mesir untuk membahas insiden tersebut," ujar Zuhri.
(esn)