Jihad Islam: gencatan senjata Gaza bukan akhir pertempuran
Jum'at, 23 November 2012 - 08:00 WIB
Jihad Islam: gencatan senjata Gaza bukan akhir pertempuran
A
A
A
Sindonews.com – Sayap bersenjata Jihad Islam, Brigade al-Quds, menyatakan, bahwa gencatan senjata yang ditengahi Mesir antara Israel dan kelompok militan Palestina di Jalur Gaza, tidak berarti mengakhiri konflik.
"Pertempuran dengan musuh belum berakhir," kata seorang pria bersenjata bertopeng dari Brigade al-Quds, seperti dikutip dari kantor berita Xinhua, Kamis (22/11/2012). "Pilihan kami untuk bertempur dan mendapatkan senjata untuk membela rakyat kami, akan terus berlangsung,” lanjutnya dalam sebuah konferensi pers di Gaza City.
Kesepakatan damai ini mengkahiri delapan hari Operasi Benteng Pertahanan yang dilancarkan Israel ke wilayah Palestina di Jalur Gaza. Sepanjang serangan militer Israel ini, 146 warga Palestina tewas. Lebih dari separuh korban tewas adalah warga sipil, termasuk 36 anak.
Sementara hampir 1.400 roket telah ditembakkan militan Palestina ke wilayah Israel. Serangan ini menewaskan empat warga sipil Israel dan seorang prajurit Israel.
Seorang Pejabat Senior Israel Defense Forces (IDF) menyatakan rasa percaya, kalau Hamas dan Jihad Islam berniat untuk menerapkan gencatan senjata dengan Israel dan mencegah faksi Palestina lainnya untuk melepaskan tembakan ke Israel.
"Pertempuran dengan musuh belum berakhir," kata seorang pria bersenjata bertopeng dari Brigade al-Quds, seperti dikutip dari kantor berita Xinhua, Kamis (22/11/2012). "Pilihan kami untuk bertempur dan mendapatkan senjata untuk membela rakyat kami, akan terus berlangsung,” lanjutnya dalam sebuah konferensi pers di Gaza City.
Kesepakatan damai ini mengkahiri delapan hari Operasi Benteng Pertahanan yang dilancarkan Israel ke wilayah Palestina di Jalur Gaza. Sepanjang serangan militer Israel ini, 146 warga Palestina tewas. Lebih dari separuh korban tewas adalah warga sipil, termasuk 36 anak.
Sementara hampir 1.400 roket telah ditembakkan militan Palestina ke wilayah Israel. Serangan ini menewaskan empat warga sipil Israel dan seorang prajurit Israel.
Seorang Pejabat Senior Israel Defense Forces (IDF) menyatakan rasa percaya, kalau Hamas dan Jihad Islam berniat untuk menerapkan gencatan senjata dengan Israel dan mencegah faksi Palestina lainnya untuk melepaskan tembakan ke Israel.
(esn)