Pemberontak M23 tak mau tinggalkan Goma
Kamis, 22 November 2012 - 22:06 WIB
Pemberontak M23 tak mau tinggalkan Goma
A
A
A
Sindonews.com – Pemberontak Kongo yang menamakan diri M23, menolak seruan Pemerintah Kongo untuk meninggalkan Kota Goma dengan damai, Kamis (22/11/2012). M23 justru mengaku akan kian kuat melakukan tekanan, hingga Presiden Kongo Joseph Kabila setuju untuk melakukan pembicaraan damai.
"Kami akan tinggal di Goma dan menunggu negosiasi," kata Jean-Marie Runiga, Kepala Sayap Politik M23 kepada Reuters. "Bila mereka menyerang kami, maka kami akan mempertahankan diri dan terus maju," lanjutnya
Runiga mengatakan, dia tidak berpikir tawaran Kabila untuk meninggalkan Goma dan melakukan pembicaraan damai sebagai hal yang serius. "Saya tidak percaya, karena saya sudah menunggu selama tiga bulan di Kampala untuk pembicaraan," kata Runiga.
Menteri Luar Negeri Uganda dan Rwanda juga mengeluarkan pernyataan agar M23 meninggalkan Goma. “Uganda dan Rwanda tidak memiliki wewenang untuk memerintahkan para pemberontak untuk meninggalkan Goma,” kata Runiga.
M23 ingin menjamin keselamatan warga sipil dan berharap kelompok bantuan kemanusiaan kembali ke Goma. Kelompok bantuan kemanusiaan melarikan diri dari Goma, saat M23 merebut kota itu. “M23 akan menjamin keselamatan mereka,” lanjut Runiga.
M23 berhasil memasuki bagian Timur kota Goma di Provinsi Kivu Utara, Kongo, Selasa (20/11/2012). Mereka mengaku tak akan menghentikan langkah di Goma, M23 ingin menguasai seluruh negeri dan menurunkan Kabila dari tampuk kekuasaan.
"Kami akan tinggal di Goma dan menunggu negosiasi," kata Jean-Marie Runiga, Kepala Sayap Politik M23 kepada Reuters. "Bila mereka menyerang kami, maka kami akan mempertahankan diri dan terus maju," lanjutnya
Runiga mengatakan, dia tidak berpikir tawaran Kabila untuk meninggalkan Goma dan melakukan pembicaraan damai sebagai hal yang serius. "Saya tidak percaya, karena saya sudah menunggu selama tiga bulan di Kampala untuk pembicaraan," kata Runiga.
Menteri Luar Negeri Uganda dan Rwanda juga mengeluarkan pernyataan agar M23 meninggalkan Goma. “Uganda dan Rwanda tidak memiliki wewenang untuk memerintahkan para pemberontak untuk meninggalkan Goma,” kata Runiga.
M23 ingin menjamin keselamatan warga sipil dan berharap kelompok bantuan kemanusiaan kembali ke Goma. Kelompok bantuan kemanusiaan melarikan diri dari Goma, saat M23 merebut kota itu. “M23 akan menjamin keselamatan mereka,” lanjut Runiga.
M23 berhasil memasuki bagian Timur kota Goma di Provinsi Kivu Utara, Kongo, Selasa (20/11/2012). Mereka mengaku tak akan menghentikan langkah di Goma, M23 ingin menguasai seluruh negeri dan menurunkan Kabila dari tampuk kekuasaan.
(esn)